Kementerian PU Tinjau Pembangunan Bendungan Jenelata, Progres Capai 27,59 Persen

HeadlineNews

Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari penguatan infrastruktur sumber daya air nasional.

Upaya tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, ke lokasi proyek pada Jumat (27/3/2026), guna memastikan progres berjalan sesuai target.

Dok. Kementerian PU

Kemudian kunjungan tersebut juga sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Adapun untuk progres pembangunan bendungan itu sendiri dilaporkan telah mencapai 27,591 persen. Progres ini mencerminkan perkembangan konstruksi yang tetap berada pada jalur perencanaan.

Untuk itu dalam peninjauan tersebut, Wakil Menteri PU menekankan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan, keselamatan konstruksi, serta ketepatan waktu penyelesaian proyek. Hal ini dinilai krusial mengingat bendungan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan air, pengendalian banjir, hingga sektor pertanian.

Sebagai informasi, Pembangunan Bendungan Jenelata merupakan bagian dari program pemerintah dalam memperluas kapasitas tampungan air di berbagai wilayah Indonesia, sebagai respons terhadap tantangan perubahan iklim dan meningkatnya intensitas cuaca ekstrem.

Proyek ini digarap oleh konsorsium kontraktor yang terdiri atas PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan CAMC Engineering Co., Ltd dari China.

Secara teknis, bendungan ini dirancang memiliki kapasitas tampung mencapai 223,6 juta meter kubik dengan luas genangan sekitar 1.220 hektare. Kapasitas tersebut diharapkan mampu memberikan dampak signifikan, khususnya dalam mengendalikan banjir tahunan dari Sungai Jenelata yang kerap meluap dan berdampak pada wilayah Gowa dan Makassar.

Dengan keberadaan bendungan ini, debit banjir diproyeksikan dapat ditekan dari 1.037 meter kubik per detik menjadi 686 meter kubik per detik, dengan daya kendali jangka panjang hingga 50 tahun.

Selain itu, bendungan ini juga akan memperkuat sektor pertanian melalui penyediaan air irigasi bagi lebih dari 25.000 hektare lahan di wilayah Bili-Bili, Bissua, dan Kampili.

Pemanfaatan bendungan tidak berhenti pada sektor irigasi. Infrastruktur ini juga dirancang untuk menyediakan air baku sebesar 6,05 meter kubik per detik guna memenuhi kebutuhan air di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Maros, dan Takalar, termasuk untuk kebutuhan industri seperti pabrik gula di Takalar.

Di sisi lain, Bendungan Jenelata juga memiliki potensi sebagai sumber energi terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas sekitar 7 megawatt. Tak hanya itu, kawasan bendungan juga diproyeksikan berkembang menjadi destinasi wisata air dan kuliner yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Dok. Kementerian PU

Dengan berbagai manfaat tersebut, pembangunan Bendungan Jenelata diharapkan menjadi salah satu infrastruktur kunci yang tidak hanya meningkatkan ketahanan air dan pangan, tetapi juga memperkuat pembangunan ekonomi berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

Back to top button