Waskita Beton Suplai 642 Spun Pile untuk Proyek Tanggul Pengaman Pantai NCICD Jakarta Utara
Waskita Beton Precast memasok tiga jenis spun pile berdiameter 600 mm, 800 mm, dan 1.200 mm untuk Paket 1 dan Paket 2 NCICD Fase A Tahap 3. Hingga 8 September 2026, produksi tercatat mencapai 31 batang.

Penguatan perlindungan kawasan pesisir Jakarta terus dilakukan melalui pembangunan Tanggul Pengaman Pantai dalam program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A Tahap 3.
Dalam proyek tersebut, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mendapat kepercayaan dalam penyediaan 642 batang beton pracetak jenis spun pile untuk mendukung pekerjaan konstruksi Paket 1 dan Paket 2 di Jakarta Utara.
Suplai material ini mencakup tiga jenis spun pile dengan diameter berbeda, yakni 313 batang berdiameter 1.200 milimeter, 29 batang berdiameter 800 milimeter, dan 300 batang berdiameter 600 milimeter.
Berdasarkan data hingga 8 September 2026, produksi telah mencapai 31 batang, sedangkan pengiriman akan dilakukan secara bertahap mengikuti kebutuhan pekerjaan di lapangan.
Penyediaan material tersebut ditujukan untuk dua paket pekerjaan dengan kontraktor pelaksana berbeda. Paket 1 dikerjakan oleh PT Bananco Sentosa Abadi, sementara Paket 2 dilaksanakan oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, menjelaskan bahwa perusahaan memiliki kemampuan memproduksi spun pile berdiameter besar dengan panjang tanpa sambungan untuk memenuhi kebutuhan konstruksi berspesifikasi khusus, termasuk infrastruktur di kawasan pesisir.
Produk yang disuplai untuk proyek NCICD tersebut juga menggunakan teknologi C-T Connector guna mendukung kebutuhan teknis konstruksi.
Dalam pembangunan infrastruktur pesisir, spun pile berperan sebagai elemen fondasi yang membantu menyalurkan beban struktur ke lapisan tanah yang lebih dalam. Penggunaan tiang berdiameter besar dan panjang tanpa sambungan memungkinkan spesifikasi fondasi disesuaikan dengan kebutuhan struktur serta kondisi tanah di lokasi proyek.
Kebutuhan fondasi tersebut menjadi bagian penting dalam pembangunan tanggul pengaman pantai. Melalui program NCICD, pengembangan infrastruktur pesisir Jakarta diarahkan untuk memperkuat perlindungan kawasan dari berbagai ancaman, termasuk banjir rob dan abrasi, di tengah risiko yang berkaitan dengan kondisi pesisir dan kenaikan muka air laut.
Bagi WSBP, keterlibatan dalam proyek NCICD juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam penyediaan material beton untuk pembangunan infrastruktur strategis. Selain proyek tanggul pantai di Jakarta Utara, perusahaan turut memasok material untuk sejumlah proyek jalan tol, fasilitas industri, serta akses pendukung kawasan pelabuhan.
Beberapa proyek tersebut antara lain Jalan Tol Kayu Agung–Palembang–Betung, Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) Seksi 3A dan 3B, proyek UCC Tangguh Onshore di Papua, serta New Priok Eastern Access (NPEA) Seksi II.
Keterlibatan WSBP juga mencakup pembangunan fasilitas pendidikan dan riset, seperti Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (LSSIT) Universitas Udayana di Bali dan Gedung Laboratorium Terpadu Universitas Khairun di Ternate.
Dalam berbagai proyek tersebut, WSBP menyediakan beton pracetak maupun beton siap pakai (readymix), dengan jenis produk dan volume yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pekerjaan.
Melalui suplai 642 batang spun pile untuk proyek NCICD, WSBP turut mendukung pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir Jakarta.
Penyediaan material dengan spesifikasi yang sesuai kebutuhan konstruksi menjadi salah satu faktor pendukung dalam pelaksanaan proyek yang ditujukan untuk memperkuat ketahanan kawasan pesisir terhadap ancaman lingkungan.













