JBS Perkasa Siapkan Pabrik FORTRESS MFG Senilai Rp50 Miliar, Mulai Produksi Kuartal IV/2026

HeadlineNewsProperti

PT Jaya Bersama Saputra Perkasa (JBS Perkasa), produsen sekaligus pemilik merek pintu baja FORTRESS saat ini masih terus berupaya memperkuat kapasitas manufakturnya di dalam negeri.

Perusahaan dikabarkan telah menyiapkan pengoperasian pabrik baru bernama FORTRESS MFG di Kabupaten Tangerang, Banten dengan nilai investasi mencapai sebesar Rp50 miliar.

Pabrik yang dibangun di atas lahan seluas 10.700 meter persegi di kawasan Curug tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal IV/2026 mendatang. Secara fisik, bangunan pabrik telah siap digunakan, sementara perusahaan masih menunggu kedatangan mesin produksi dari China yang diperkirakan tiba pada pertengahan September 2026.

Setelah beroperasi, FORTRESS MFG akan memiliki kapasitas produksi hingga 15.000 unit pintu baja per bulan. Kapasitas tersebut disesuaikan dengan tingkat penjualan FORTRESS dalam beberapa tahun terakhir sekaligus menjadi fondasi bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar secara lebih konsisten.

Founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) JBS Perkasa, Joni Effendi menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari langkah perusahaan untuk memperkuat industri manufaktur dalam negeri. Pengoperasian FORTRESS MFG juga menjadi momentum khusus karena bertepatan dengan perjalanan perusahaan yang memasuki usia ke-23 tahun.

Selama lebih dari dua dekade, JBS Perkasa berkembang dari bisnis building material menjadi ekosistem yang mencakup berbagai kebutuhan hunian dan bangunan. Portofolio perusahaan kini meliputi sektor keamanan melalui FORTRESS Pintu Baja, teknologi melalui FORTRESS Smart Lock, serta interior melalui MEVVAH Wall Panel.

Ke depan, perusahaan mengarahkan pengembangan bisnis menuju konsep Integrated Home & Building Solution. Kehadiran FORTRESS MFG menjadi salah satu pijakan untuk memperkuat kemampuan produksi sekaligus merealisasikan visi perusahaan menghadirkan produk pintu baja yang diproduksi di Indonesia.

JBS Perkasa menilai pengembangan manufaktur lokal tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga upaya membangun kapabilitas industri nasional agar mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik secara lebih mandiri.

Penguatan fasilitas produksi tersebut sekaligus diarahkan untuk menjaga konsistensi kualitas produk, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kesiapan perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar dan proyek perumahan di berbagai wilayah Indonesia.

Peluang pasar pintu baja di dalam negeri juga dinilai masih terbuka lebar. Meningkatnya kebutuhan masyarakat dan pengembang properti terhadap material hunian yang aman, kuat, tahan lama, modern, dan berkualitas menjadi salah satu faktor yang mendorong perusahaan memperbesar kapasitas manufaktur.

Selama ini, FORTRESS telah digunakan dalam berbagai proyek perumahan dan terus memperluas kerja sama dengan pengembang serta pelaku industri properti. Bagi perusahaan, kebutuhan pengembang tidak semata-mata ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga mencakup kepastian pasokan, pelayanan, serta kemampuan memenuhi kebutuhan proyek sesuai jadwal.

National Sales Director JBS Perkasa, Hens Sumarauw menjelaskan bahwa penguatan manufaktur dan jaringan distribusi perusahaan ditujukan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dengan kapasitas produksi yang lebih kuat, perusahaan ingin meningkatkan kesiapan dalam menjadi mitra bagi pengembang dalam menyediakan material pintu untuk proyek hunian di berbagai daerah.

Dengan mulai beroperasinya FORTRESS MFG, JBS Perkasa tidak hanya menambah kapasitas produksi pintu baja, tetapi juga memperkuat langkah transformasinya dari perusahaan building material menjadi penyedia solusi terintegrasi untuk kebutuhan rumah dan bangunan di Indonesia.

Back to top button