Puskesmas Leuwinanggung Dibangun, Progres Tembus 26 Persen dan Ditargetkan Rampung Akhir 2026

News

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar melalui pembangunan Puskesmas Leuwinanggung di Kecamatan Tapos. Hingga pertengahan Agustus 2026, progres konstruksi fasilitas kesehatan tersebut telah mencapai 26 persen atau melampaui target yang ditetapkan sebesar 14 persen.

Capaian tersebut diketahui saat Wali Kota Depok Supian Suri meninjau langsung pembangunan Puskesmas Leuwinanggung pada Selasa (18/8/2026). Dengan progres yang telah melampaui target, Pemkot Depok berharap pembangunan dapat terus dipacu sehingga fasilitas tersebut dapat selesai lebih cepat dari target akhir Desember 2026.

Pembangunan Puskesmas Leuwinanggung menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menyediakan fasilitas kesehatan yang lebih representatif bagi masyarakat. Kehadiran puskesmas baru ini juga diharapkan memperkuat pelayanan kesehatan dasar sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan warga Depok.

Proyek tersebut berawal dari aspirasi masyarakat yang kemudian mendapat dukungan DPRD Kota Depok dan direalisasikan melalui penganggaran pemerintah daerah. Pemkot Depok menargetkan Puskesmas Leuwinanggung dapat mulai diresmikan dan dimanfaatkan masyarakat pada awal 2027.

Dari sisi pemerataan fasilitas, pembangunan puskesmas ini memiliki arti penting bagi Kecamatan Tapos. Saat ini, wilayah tersebut telah memiliki enam puskesmas dan satu rumah sakit umum daerah (RSUD). Namun, dari tujuh kelurahan yang berada di Kecamatan Tapos, Leuwinanggung merupakan satu-satunya kelurahan yang belum memiliki puskesmas.

Dengan beroperasinya fasilitas baru tersebut, masyarakat Leuwinanggung diharapkan dapat memperoleh pelayanan kesehatan dasar dengan lebih mudah tanpa harus menempuh jarak yang jauh. Pelayanan kesehatan masyarakat di kawasan tersebut juga akan tetap didukung oleh keberadaan posyandu.

Dalam peninjauan, Supian turut memperhatikan ketersediaan lahan di sekitar bangunan puskesmas. Menurutnya, ruang yang tersedia masih relatif terbatas sehingga diperlukan opsi penambahan lahan untuk mendukung pengembangan pelayanan pada masa mendatang.

Pemkot Depok membuka peluang pengadaan lahan tambahan melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) apabila tersedia lahan yang sesuai di sekitar lokasi. Penambahan ruang tersebut diharapkan dapat memberikan keleluasaan bagi puskesmas dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan.

Dengan progres pembangunan yang telah melampaui target, Pemkot Depok optimistis proyek dapat berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti. Penyelesaian Puskesmas Leuwinanggung diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat pemerataan fasilitas kesehatan sekaligus mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat.

Back to top button