Sambut 5 Abad Jakarta, WASKITA KARYA Kembali Tunjukkan Eksistensi dengan Selesainya Gedung Kedutaan TERTINGGI di Indonesia

Kota Jakarta akan segera berumur 500 tahun pada 2027 mendatang. Lima abad perjalanan Jakarta sebagai ibu kota negara melalui berbagai tantangan dari era kolonial hingga saat ini bukanlah hal yang mudah. Jakarta terus bertumbuh untuk mengakomodasi warganya melalui perkembangan transportasi umum, revitalisasi infrastruktur, hingga peningkatan layanan publik yang dilakukan untuk menyongsong Jakarta sebagai kota modern.
Di umur ke-500 tahun, Jakarta diharapkan mampu bertransformasi sepenuhnya menjadi kota global yang nyaman dihuni dan berorientasi pada hidup warganya. Pada tahun 2025, posisi Jakarta naik tiga peringkat dalam Global Cities Index (GCI) dan berada pada urutan ke-71. Pencapaian tersebut berkat kolaborasi matang lintas sektor untuk mendukung transformasi digital Jakarta.
Upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global dilakukan melalui pembangunan berbagai infrastruktur, mulai dari transportasi terintegrasi, pengembangan kawasan bisnis, hingga fasilitas diplomasi yang mendukung peran Jakarta sebagai pusat ekonomi dan hubungan internasional.
Sebagai salah satu perusahaan konstruksi nasional, PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Turut berkontribusi dalam transformasi Kota Jakarta dengan berkolaborasi di berbagai proyek strategis. Pada proyek transportasi di Jakarta banyak dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk seperti halnya LRT Fase 1B Velodrome-Manggarai, revitalisasi halte Transjakarta Tosari yang ikonik dengan bentuk menyerupai kapal phinisi, serta pembangunan halte Transjakarta terintegrasi, yaitu halte Cikoko-St.Cawang.
WASKITA KARYA bukan hanya ikut serta dalam pembangunan infrastruktur transportasi publik, tetapi juga dalam pembangunan gedung-gedung ikonik lain di Jakarta. Seperti gedung Wisma BNI 46, Wisma Danantara Indonesia, Perpustakaan Nasional, hingga renovasi Masjid Istiqlal. WASKITA KARYA berdiri sejak 1961 hingga kini, konsisten pada perannya sebagai salah satu kontraktor serta pengembang infrastruktur/realiti unggulan di Indonesia.
WASKITA KARYA juga ikut ambil bagian dalam proyek pembangunan gedung kedutaan tertinggi di Indonesia. Kedutaan India untuk Indonesia yang terletak di jalan Rasuna Said, menggandeng PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor untuk mengerjakan pembangunan gedung Kedutaan Besar India. Kontrak senilai Rp334 miliar tersebut telah ditandatangani sejak November 2023. Proses groundbreaking atau peletakan batu pertama juga telah dilaksanakan.

Pembangunan dilakukan di atas tanah seluas 6.916 m² dengan total project area seluas 25.006 m² yang terdiri dari 4 lantai gedung Main Chancery, ASEAN Office, Consular seluas 4.379 m², 4 lantai gedung Jawaharlal Nehru Indian Culture Centre (JNICC) seluas 3.084 m², dan 18 lantai gedung Residences dan Consular seluas 16.183 m². Pembangunan Kedutaan Besar India ini menggabungkan fungsi kedutaan, hunian diplomat, dan pusat kebudayaan dalam satu kompleks modern berstandar internasional.
Pembangunan dilakukan dengan Standar Konstruksi Internasional, mengacu pada FIDIC Red Book 1999, standar global yang digunakan pada proyek konstruksi kompleks. FICID Red Book 1999 sering digunakan karena keseimbangan risiko yang adil antara kontraktor dan pemberi tugas.

Melibatkan lebih dari 300 pekerja dan menerapkan Building Information Modeling (7D) dalam pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas bangunan yang diintegrasikan dengan simulasi computer aided design (CAD) 7D untuk mengoptimalkan manajemen aset dari proses desain hingga pembongkaran.
Metode Building Information Modeling digunakan sebagai sumber daya pengetahuan dan informasi untuk mengintegrasikan informasi bangunan dalam satu basis data. Pada level 7D, model tersebut dimanfaatkan untuk Facility Management (FM) atau pengelolaan fasilitas setelah bangunan selesai dibangun. CAD (Computer Aided Design) digunakan untuk membuat gambar teknik dan model geometris awal bangunan. Selanjutnya, model dikembangkan menjadi model BIM menggunakan software pendukung.
WASKITA KARYA terus mempercepat proses pembangunan agar dapat selesai sesuai dengan yang ditargetkan. Hingga Juni 2026, pembangunan telah mencapai 98% dan diproyeksikan akan tuntas pada tahun ini. Melalui proyek tersebut, WASKITA KARYA menunjukkan kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur yang berkualitas di Kota Jakarta. Pembangunan gedung kedutaan tertinggi di Indonesia menjadi salah satu indikator berkembangnya kawasan diplomatik di Jakarta seiring transformasi Jakarta menuju kota global.














