Tol Prosiwangi Tahap I Ruas Gendung – Basuki Rampung dan Akan Segera Beroperasi

Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap I ruas Gending-Besuki memasuki tahap akhir.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) dikabarkan akan segera mengoperasikan ruas tol tersebut setelah berhasil menuntaskan proses administrasi dan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) Seksi 3 Paiton–Besuki.
Adapun untuk pembangunan fisik Jalan Tol Prosiwangi Tahap I ruas Gending – Besuki dilaporkan telah rampung 100 persen sejak April 2026.
Rampungnya seluruh pekerjaan konstruksi fisik ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat konektivitas di wilayah timur Pulau Jawa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono berharap jalan tol tersebut dapat menjadi infrastruktur strategis yang memperlancar distribusi berbagai komoditas unggulan di kawasan Tapal Kuda.
Menurutnya, Jalan Tol Prosiwangi dirancang sebagai jalur utama yang mampu memperluas akses pasar bagi produk pertanian, perikanan, hingga industri kreatif dan UMKM. Selama ini, distribusi komoditas dari wilayah tersebut masih bergantung pada jalan nasional yang memiliki waktu tempuh relatif lebih lama.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari beberapa sumber, Pembangunan Jalan Tol Probowangi (Probolinggo – Banyuwangi) tahap pertama yang membentang dari Gending hingga Besuki dengan total panjang ±49,7 km ini terbagi menjadi 3 seksi utama meliputi Seksi 1 Gending–Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer dan Seksi 2 Kraksaan–Paiton sepanjang 11,20 kilometer yang telah selesai sepenuhnya serta mengantongi Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO).
Sementara itu, Seksi 3 Paiton–Besuki sepanjang 25,60 kilometer yang juga telah menyelesaikan seluruh pekerjaan fisik kini masih menunggu proses administrasi serta Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO).
Tahapan ULFO menjadi proses penting sebelum jalan tol dioperasikan karena bertujuan memastikan seluruh elemen infrastruktur, mulai dari badan jalan, jembatan, sistem drainase, hingga marka jalan, telah memenuhi standar keselamatan dan kelayakan operasional.
Setelah beroperasi, jalan tol ini diproyeksikan memberikan efisiensi waktu tempuh yang signifikan. Perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar dua jam diperkirakan dapat dipersingkat menjadi sekitar satu jam 15 menit.
Sementara itu, waktu tempuh dari Probolinggo menuju Banyuwangi yang sebelumnya mencapai lima jam diproyeksikan berkurang menjadi sekitar tiga jam.
Selain meningkatkan kelancaran arus logistik, Tol Prosiwangi juga diharapkan memperkuat akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, seperti Kawah Ijen dan Taman Nasional Baluran. Infrastruktur ini juga akan mendukung konektivitas menuju kawasan industri Paiton serta Pelabuhan Ketapang yang menjadi pintu gerbang utama penyeberangan antara Pulau Jawa dan Bali.
Kemudian kehadiran jalan tol tersebut diperkirakan akan mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi baru di sepanjang koridor timur Jawa Timur. Pengembangan kawasan penunjang seperti rest area, fasilitas umum, sektor perhotelan, hingga pusat-pusat layanan di sekitar simpang susun diyakini akan menciptakan peluang usaha baru sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.
Dengan selesainya konstruksi Tol Prosiwangi Tahap I, pemerintah dan Jasa Marga optimistis proyek ini akan menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing kawasan, serta pengembangan pariwisata di wilayah timur Pulau Jawa.
















