TOP !, Rp. 120 Miliar Bangun Ulang Pesantren Al Khoziny, Ada Masjid 4 Lantai Untuk 1.200 Jamaah

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan perkembangan terbaru dari pembangunan kembali Pondok Pesantren Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur yang ditargetkan tuntas dalam beberapa bulan ke depan.
Pembangunan kembali pesantren tersebut dilaporkan telah menunjukkan kemajuan yang segnifikan dengan progres mencapai lebih dari 50 persen.
Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono saat meninjau lokasi pembangunan pada Rabu, 24 Juni 2026.

Adapun peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan proyek berjalan sesuai dengan rencana agar dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman instagramnya, pembangunan ini difokuskan pada tiga bangunan utama yang terdiri dari :
- Asrama Terpadu: Fasilitas hunian yang nyaman untuk menampung sekitar 830 hingga 850 santri dari jenjang Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah, termasuk para tenaga pendidik.
- Masjid 4 Lantai: Sarana ibadah utama yang dirancang luas dan mampu menampung hingga 1.200 jemaah.
- Gedung Pendidikan: Ruang belajar mengajar yang representatif dan modern untuk menunjang fokus para santri.

Selain bangunan utama, pemerintah juga memastikan fasilitas pendukung seperti sanitasi dan penyediaan air bersih turut dipersiapkan guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman sehingga para santri dapat fokus menjalani proses pendidikan dan pembinaan.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari beberapa sumber, pembangunan gedung baru Ponpes Al-Khoziny ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan keagamaan
Proyek ini dikerjakan oleh Kementerian PU bersama Waskita Karya sebagai kontraktor pelaksana di atas lahan seluas 4.100 meter persegi dengan anggaran APBN mencapai senilai Rp122 miliar.
Pembangunan ini menjadi langkah pemulihan setelah tragedi runtuhnya bangunan di lingkungan Ponpes Al Khoziny yang menewaskan sebanyak 63 santri pada 29 September 2025.
Tragedi sebelumnya harus menjadi pelajaran bersama bahwa keselamatan peserta didik tidak boleh lagi dipandang sebelah mata sebagai urusan pelengkap dalam pembangunan fasilitas pendidikan.
Oleh karena itu, Agus meminta proses pembangunan ini terus mendapatkan pengawalan secara berkala oleh Kementerian Pekerjaan Umum bersama kontraktor pelaksana dan tim konsultan teknis.
Agus berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target dalam beberapa bulan ke depan. Tak hanya mengejar target penyelesaian, Agus juga memastikan kualitas konstruksi dan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam proses pembangunan.
Aspek keselamatan dan kualitas struktur bangunan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan karena keberhasilan pembangunan fasilitas pendidikan tidak hanya diukur dari seberapa megahnya fisik sebuah bangunan, melainkan juga dilihat dari dampak nyata yang dirasakan langsung oleh para santri melalui kehadiran lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan layak.
Dengan lingkungan belajar yang lebih nyaman, Agus menyebut para santri bisa jadi lebih fokus dalam menuntut ilmu, beribadah, dan menempa diri sehingga kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat pendidikan karakter serta menanamkan nilai-nilai keislaman bagi generasi emas penerus bangsa.













