Pembangunan Sekolah Rakyat di Bandung Dipercepat, Progres Capai 29%
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Bandung tanpa mengesampingkan kualitas konstruksi.
Hal tersebut disampaikan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Soreang, yang menjadi momentum evaluasi progres proyek sekaligus penguatan sinergi antar pemangku kepentingan.
Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung merupakan bagian dari 101 lokasi yang tengah dikerjakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Proyek yang dimulai pada awal Desember 2025 ini ditargetkan rampung pada Juli 2026, namun percepatan dilakukan agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru dengan target penyelesaian akhir Juni 2026.
Ia mengungkapkan bahwa percepatan tersebut membutuhkan dukungan tambahan tenaga kerja dan peralatan. Di sisi lain, masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, seperti proses pembebasan lahan dan perizinan, yang memerlukan dukungan lintas pihak, termasuk dari DPR RI.
Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Bisma Staniarto, menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat telah dirancang sesuai standar bangunan gedung yang mencakup aspek keselamatan, kenyamanan, dan kesehatan.
Struktur bangunan menggunakan pondasi pancang hingga kedalaman 12 meter berdasarkan hasil uji tanah, guna memastikan ketahanan terhadap kondisi lingkungan, termasuk potensi gempa.
Ia menjelaskan bahwa progres pembangunan saat ini mencapai 29 persen, sedikit di bawah target rencana sebesar 30 persen.
Meski demikian, Kementerian PU tetap optimistis ketertinggalan tersebut dapat dikejar melalui percepatan pekerjaan, sehingga target penyelesaian pada Juni 2026 tetap dapat tercapai.
Desain bangunan juga telah disesuaikan dengan arahan Presiden, terutama dalam pemilihan material yang mempertimbangkan kondisi wilayah. Untuk daerah rawan gempa seperti Kabupaten Bandung, digunakan material atap yang lebih ringan guna meningkatkan keamanan struktur.
Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Ditjen Prasarana Strategis, Jonny Zainuri Echsan, menambahkan bahwa pekerjaan konstruksi terus berjalan, dengan progres pemancangan telah mencapai 75 persen dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Sejumlah pekerjaan struktur, seperti kolom bangunan, juga mulai dikerjakan.
Dari sisi pemerintah daerah, Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, menyatakan dukungan penuh terhadap program prioritas nasional tersebut. Pemerintah Kabupaten Bandung bahkan telah menyiapkan lahan tambahan di kawasan Ciwidey yang saat ini masih dalam tahap pematangan untuk pengembangan ke depan.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Robert Rouw menekankan bahwa percepatan pembangunan tidak boleh mengabaikan kualitas. Ia menilai konstruksi harus direncanakan dan dilaksanakan dengan baik agar bangunan memiliki daya tahan jangka panjang serta aman terhadap potensi bencana, termasuk gempa bumi.
Program Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dan penyandang disabilitas, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Kehadirannya diyakini mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memberikan kontribusi terhadap perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, dan pelaksana konstruksi, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung diharapkan dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang terjaga, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.















