Progres Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik Baru 12%, Pembebasan Lahan Jadi Hambatan

HeadlineNews

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Doddy Hanggodo menyampaikan perkembangan terkini dari pembangunan Flyover Panorama 1 di Sitinjau Lauik, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Dalam kunjungannya pada akhir bulan Januari lalu, Dody melaporkan bahwa pembangunan flyover tersebut baru mencapai progres sekitar 12%. Capaian ini dipengaruhi oleh belum tuntasnya pembebasan lahan di sejumlah titik koridor flyover.

Hal ini disampaikan oleh Menteri PU Doddy saat meninjau langsung lokasi pembangunan flyover pada Kamis, 29 Januari 2026.

Menurut Dody, progres pembangunan flover ini masih belum berjalan maksimal karena terhambat masalah pembebasan lahan dan bencana alam.

Oleh karena itu, Doddy meminta Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dan sejumlah pihak lainnya untuk bergerak cepat menyelesaikan proses pembebasan lahan.

Menteri Doddy berharap persoalan pembebasan lahan tersebut bisa segera diselesaikan mengingat saat ini sudah banyak alat berat yang diturunkan kontraktor pelaksana di lokasi pembangunan untuk melakukan pekerjaan.

Karena persoalan pembebasan lahan ini, pengerjaan flyover diperkirakan akan mengalami keterlambatan meleset dari target yang direncanakan.

Pasalnya, kesiapan lahan menjadi faktor kunci agar pelaksanaan konstruksi dapat berjalan dengan optimal.

Sebagai informasi, Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik ini dinilai sangat penting bagi masyarakat.

Flyover ini dibangun untuk meningkatkan konektivitas sekaligus mendukung kelancaran jalur logistik, mengingat kondisi geometrik jalan eksisting yang dinilai cukup berat, khususnya bagi kendaraan angkutan barang yang susah menanjak.

Kemudian keberadaan Flyover Sitinjau Lauik juga diharapkan akan mengurai kemacetan dan yang paling utama adalah menekan angka kecelakaan hingga nol.

Back to top button