Tol Kediri–Tulungagung Masuki Tahap Pembebasan Lahan, Dipercepat untuk Dukung Operasional Bandara Dhoho

HeadlineNews

Proyek pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung yang digarap oleh PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) telah memasuki tahapan pembebasan lahan. Proyek strategis ini tengah dipercepat sebagai bagian dari upaya mendukung operasional Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah di kawasan selatan provinsi tersebut.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjelaskan bahwa ruas Tol Kediri–Tulungagung dirancang terhubung langsung dengan jalan akses menuju Bandara Dhoho.

Jalan tol ini juga merupakan kelanjutan dari ruas Tol Kertosono–Kediri dan disiapkan sebagai jalur alternatif penting yang menghubungkan sejumlah kawasan strategis di Jawa Timur.

Selain berfungsi sebagai akses utama menuju dan dari Bandara Dhoho, keberadaan Tol Kediri–Tulungagung diharapkan mampu mempermudah mobilitas masyarakat menuju wilayah Jawa Timur bagian selatan. Infrastruktur ini juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk pengembangan sektor pariwisata dan distribusi logistik.

Secara teknis, Tol Kediri–Tulungagung memiliki total panjang 44,17 kilometer. Dari jumlah tersebut, sepanjang 37,35 kilometer merupakan jalur utama (main road), sementara 6,82 kilometer lainnya merupakan ruas penghubung khusus menuju Bandara Dhoho Kediri. Hingga Januari 2026, progres pembangunan jalur utama masih berada pada tahap pembebasan lahan.

Sementara itu, pembangunan Tol Akses Bandara Dhoho telah memasuki fase konstruksi. Pada Seksi 1, progres fisik tercatat mencapai 57,25 persen, sedangkan Seksi 2 telah mencapai 42,62 persen. BPJT menilai proyek ini akan membuka akses baru dan mempercepat pembangunan di sejumlah kawasan strategis, termasuk koridor Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan, kawasan Bromo–Tengger–Semeru, hingga lingkar Wilis dan jalur Lintas Selatan.

Bandara Dhoho Kediri sendiri merupakan bandara baru yang dibangun oleh PT Gudang Garam Tbk., perusahaan yang dimiliki pengusaha nasional Susilo Wonowidjojo. Pengelolaan bandara tersebut dilakukan melalui anak usaha GGRM, yakni PT Surya Dhoho Investama (SDHI).

Berdasarkan informasi yang dikutip beberapa sumber, pada awal 2024 GGRM telah mengucurkan modal sebesar Rp15 triliun kepada SDHI untuk pengembangan Bandara Dhoho. GGRM tercatat memiliki 13,99 juta saham senilai Rp13,99 triliun, sementara PT Surya Duta Investama memiliki satu saham senilai Rp1 juta.

Dalam pengembangannya, SDHI menjalin kerja sama operasi (KSO) dengan Angkasa Pura I untuk pembangunan dan pengelolaan Bandara Dhoho. Kedua entitas tersebut telah ditetapkan sebagai pemenang kerja sama dengan jangka waktu konsesi selama 50 tahun sejak bandara mulai beroperasi.

Dengan integrasi antara Bandara Dhoho dan Tol Kediri–Tulungagung, pemerintah dan pelaku usaha berharap tercipta sistem konektivitas yang lebih efisien, mendorong pertumbuhan ekonomi regional, serta memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di Indonesia.

Back to top button