Progres Jembatan Kaca Sukamahi Tembus 81 Persen, WIKA Targetkan Rampung Pertengahan 2026
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus mengakselerasi pembangunan Jembatan Kaca Bendungan Sukamahi yang berlokasi di kawasan Puncak, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Proyek infrastruktur pariwisata nasional tersebut kini mencatatkan progres fisik lebih dari 81 persen dan ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2026 mendatang.
Jembatan kaca yang digadang-gadang sebagai yang terpanjang di Indonesia ini dibangun di area Bendungan Sukamahi dengan bentang mencapai 275 meter.
Struktur lantainya memadukan material kaca dan Wood Plastic Composite (WPC), sehingga menghadirkan sensasi visual sekaligus aspek keamanan bagi pengunjung. Proyek ini merupakan pekerjaan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan telah dikerjakan oleh WIKA sejak September 2024.
Site Manajer Operasional WIKA, Ridwan Budi Santoso, menjelaskan bahwa hingga November 2025 progres fisik proyek telah mencapai kisaran 81,35–81,36 persen. Progres ini telah melampaui target rencana yang ditetapkan sebesar 77,4 persen.
Menurutnya, pencapaian tersebut mencerminkan upaya percepatan di tengah tantangan teknis yang dihadapi.
Ridwan mengungkapkan bahwa pembangunan Jembatan Kaca Sukamahi mengadopsi teknologi yang tergolong baru di Indonesia. Kondisi tersebut menuntut adanya sejumlah penyesuaian sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan konstruksi, yang pada akhirnya berdampak pada perubahan jadwal penyelesaian proyek.
Semula ditargetkan rampung pada Desember 2025, penyelesaian proyek kini dijadwalkan pada Mei 2026. Setelah pekerjaan fisik dinyatakan selesai dan dilakukan serah terima kepada Kementerian PU, jembatan belum dapat langsung dioperasikan untuk umum.
Infrastruktur tersebut masih harus melalui tahapan uji laik fungsi dan proses sertifikasi guna memastikan aspek keselamatan dan kelayakan operasional.
Sejalan dengan kompleksitas pekerjaan serta penambahan sejumlah utilitas, nilai proyek Jembatan Kaca Sukamahi juga mengalami penyesuaian. Dari anggaran awal sekitar Rp185 miliar, nilai kontrak meningkat menjadi sekitar Rp198 miliar. Seluruh pendanaan proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2024–2025.
Ridwan menjelaskan bahwa penyesuaian anggaran dilakukan karena terdapat beberapa utilitas yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam desain awal, serta adanya pekerjaan yang harus dilanjutkan ke tahun anggaran berikutnya. Adapun lingkup pekerjaan konstruksi meliputi pembangunan pondasi bore pile, counter weight dan pylon, pemasangan kabel penggantung utama dan hanger, struktur deck baja, hingga pemasangan lantai kaca. Dalam pelaksanaannya, WIKA menggandeng PT Bukaka Teknik Utama Tbk sebagai salah satu mitra strategis.
Keberadaan Jembatan Kaca Sukamahi diproyeksikan menjadi ikon ekowisata baru di kawasan Puncak Megamendung. Lokasinya yang strategis, tepat setelah Gerbang Tol Ciawi, membuat jembatan ini mudah diakses wisatawan dari Jakarta dan wilayah sekitarnya. Panorama Gunung Salak dan Pangrango yang mengelilingi kawasan tersebut diharapkan menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.
Kepala Desa Sukakarya, Hasan, menekankan pentingnya keberpihakan proyek terhadap masyarakat sekitar, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja ketika jembatan mulai beroperasi. Ia menilai keberadaan infrastruktur wisata tersebut berpotensi membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi lokal.
Hasan juga optimistis bahwa kehadiran Jembatan Kaca Sukamahi akan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah setempat, termasuk berkembangnya usaha restoran, kafe, dan penginapan. Pemerintah desa berharap manfaat ekonomi dari proyek ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar, bukan semata-mata oleh investor dari luar daerah.
Dengan progres pembangunan yang terus dikebut, Jembatan Kaca Sukamahi diharapkan tidak hanya menjadi destinasi unggulan baru di Kabupaten Bogor, tetapi juga menjadi contoh integrasi pembangunan infrastruktur, pengembangan pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.















