Jasa Marga Siapkan Rp12 Triliun, Percepat Konstruksi Lima Proyek Tol Baru di Tahun Ini

HeadlineNews

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp12 triliun pada 2026 untuk mempercepat pembangunan sejumlah ruas jalan tol baru.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat konektivitas, khususnya di Pulau Jawa dan kawasan sekitarnya.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengungkapkan bahwa hingga saat ini perusahaan tengah menangani lima proyek strategis yang ditargetkan beroperasi secara bertahap sampai akhir 2026.

Kelima proyek tersebut mencakup Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi, Yogyakarta–Bawen, Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo, Jakarta–Cikampek II Selatan, serta Jalan Tol Akses Patimban.

Salah satu ruas yang paling dinantikan adalah jalur fungsional Tol Probolinggo–Banyuwangi, khususnya Seksi Probolinggo–Besuki sepanjang 49,68 kilometer. Ruas ini diharapkan dapat mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 di wilayah timur Jawa serta memperkuat konektivitas menuju Banyuwangi.

Selain itu, proyek Tol Yogyakarta–Bawen sepanjang 13,78 kilometer dan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo sepanjang 14,37 kilometer juga tengah dalam tahap konstruksi.

Kedua ruas tersebut diproyeksikan meningkatkan aksesibilitas kawasan Yogyakarta dan sekitarnya, termasuk konektivitas menuju Bandara Internasional Yogyakarta (NYIA).

Di sisi lain, Tol Jakarta–Cikampek II Selatan sepanjang 54,75 kilometer menjadi salah satu proyek besar yang sedang digarap.

Kehadirannya diharapkan mampu memberikan alternatif jalur bagi pengguna jalan dari Jakarta menuju berbagai wilayah di Jawa Barat, sekaligus mengurangi kepadatan di ruas eksisting. Adapun pembangunan Tol Akses Patimban ditujukan untuk memperkuat konektivitas logistik menuju Pelabuhan Patimban dan kawasan industri di sekitarnya.

Dengan target penyelesaian sejumlah ruas pada 2026, Jasa Marga optimistis dapat memperkuat posisinya di sektor infrastruktur jalan tol. Pengembangan jaringan baru ini diharapkan berkontribusi signifikan terhadap kinerja pendapatan dan laba perseroan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui kelancaran mobilitas barang dan jasa.

Sebagai informasi, Jasa Marga sebelumnya telah merealisasikan capex sebesar Rp9,09 triliun hingga September 2025 untuk kebutuhan investasi dan operasional jalan tol.

Meskipun anggaran capex untuk tahun 2026 ini diestimasikan mencapai Rp 10-12 triliun, pengeluaran tersebut akan disesuaikan dengan progres konstruksi jalan tol yang sedang berjalan.

Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada pembangunan ruas baru, tetapi juga pada pemeliharaan serta peningkatan kualitas jalan tol yang telah beroperasi.

Di tengah ambisi ekspansi tersebut, perseroan juga menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pembebasan lahan, perizinan, hingga penyesuaian anggaran.

Namun, tantangan tersebut dinilai sebagai bagian dari dinamika proyek infrastruktur berskala besar yang harus dikelola secara cermat agar setiap ruas dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai standar mutu, dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat.

Back to top button