Bulog Siap Bangun 100 Gudang Baru Setelah Inpres Turun, Sasar Wilayah Akses Pangan Sulit
Perum Bulog berencana akan membangun 100 unit gudang baru pada tahun ini agar dapat melaksanakan pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang ditargetkan sebanyak 4 juta ton.
Adapun groundbreaking pembangunan gudang ini baru akan dilakukan usai Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) terkait proyek tersebut
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa pembangunan 100 gudang baru tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas (ratas).
Pembangunan gudang baru ini akan diprioritaskan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) atau wilayah dengan akses pangan sulit agar masyarakat lebih mudah memperoleh pasokan bahan pokok.
Selain daerah 3T, pembangunan juga akan menyasar kabupaten dan kota yang belum memiliki gudang Bulog, termasuk wilayah sentra produksi pangan tertentu. Ia mencontohkan daerah seperti Bener Meriah dan Aceh Tamiang yang hingga kini belum memiliki fasilitas gudang.
Pembangunan gudang akan disesuaikan dengan tipologi masing-masing wilayah. Di daerah seperti Morotai, misalnya, selain gudang, Bulog juga akan membangun fasilitas pendukung berupa pengering (dryer) dan Rice Milling Unit (RMU) untuk mengoptimalkan pengolahan padi lokal sehingga harga beras dapat lebih stabil dan terjangkau.
Sementara itu, untuk pulau-pulau kecil dan terpencil yang tidak memiliki lahan persawahan, seperti Kepulauan Sula di Maluku Utara, pembangunan akan difokuskan pada gudang penyimpanan sesuai kebutuhan wilayah.
Adapun di daerah sentra produksi pangan utama seperti Nusa Tenggara Barat, Lampung, Pulau Jawa, dan Sulawesi Selatan, gudang yang dibangun akan dilengkapi dengan silo, dryer, serta RMU.
Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyimpanan, efisiensi pengelolaan stok, serta kualitas layanan Bulog kepada masyarakat.
Seluruh pendanaan pembangunan 100 gudang Bulog bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai mencapai Rp5 triliun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan rencana, Bulog menargetkan pembangunan gudang – gudang baru tersebut dapat rampung pada Maret 2026 sehingga siap digunakan menjelang panen raya dan memperkuat distribusi pangan ke seluruh wilayah Indonesia.















