Jembatan Gantung Cingkangkareng di Cilacap Telah Rampung 100%
Jembatan gantung sepanjang 60 meter di Desa Sindangbarang dibangun melalui APBN 2026 untuk menggantikan akses yang rusak akibat banjir dan telah diresmikan pada 20 Oktober 2026.

Putusnya akses penghubung akibat bencana banjir menjadi persoalan serius bagi masyarakat Desa Sindangbarang, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Terlebih lagi, jembatan yang sebelumnya digunakan warga merupakan salah satu jalur penting untuk menunjang mobilitas sehari-hari, termasuk menuju kawasan pertanian.
Kondisi tersebut terjadi setelah jembatan lama yang melintasi Sungai Darmaji roboh akibat banjir bandang pada awal 2025. Kerusakan ini membuat akses masyarakat terganggu sehingga diperlukan pembangunan jembatan pengganti yang lebih aman terhadap potensi banjir.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga pun akhirnya melaksanakan pembangunan Jembatan Gantung Cingkangkareng di lokasi tersebut.
Kini, pembangunan jembatan yang ditangani Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah – DI Yogyakarta tersebut telah rampung dengan progres fisik mencapai 100 persen.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari beberapa sumber, Proyek ini dibangun menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp4.347.912.002 atau sekitar Rp4,35 miliar.
Adapun untuk pengerjaannya, pekerjaan konstruksi Jembatan Gantung Cingkangkareng tersebut dilaksanakan CV Restu Rama Konstruksi dengan masa pengerjaan selama 180 hari kalender, terhitung sejak 7 Mei 2026 dengan jadwal penyelesaian kontrak pada 3 November 2026.
Meskipun demikian, pekerjaan fisik proyek jembatan tersebut berhasil diselesaikan lebih awal dari jadwal yang ditetapkan.
Bahkan pada 9 September 2026, progres pembangunan jembatan telah menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Proyek jembatan tersebut dilaporkan memasuki tahap penyelesaian akhir dengan progres mencapai angka 98 persen sebelum akhirnya jembatan tersebut rampung dan diresmikan oleh anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti, bersama sejumlah perwakilan pemerintah daerah dan pihak terkait pada 20 Oktober 2026
Dari sisi konstruksi, jembatan baru ini memiliki bentang utama sepanjang 60 meter serta jalan pendekat sepanjang 110 meter. Sementara itu, total panjang penanganan pekerjaan dilaporkan mencapai sekitar 200 meter.
Selain menggantikan jembatan yang roboh, konstruksi jembatan baru ini juga dirancang dengan elevasi lebih tinggi dibandingkan jembatan sebelumnya untuk meningkatkan keamanan terhadap potensi banjir Sungai Darmaji.
Dengan selesainya pembangunan tersebut, masyarakat Desa Sindangbarang kini kembali memiliki akses penghubung yang lebih aman dan nyaman untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Jembatan Gantung Cingkangkareng juga diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga menuju kawasan pertanian, sehingga kegiatan masyarakat yang bergantung pada akses tersebut dapat kembali berjalan dengan lebih baik.
Keberadaan jembatan baru ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di Kabupaten Cilacap, dengan peningkatan aspek keselamatan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
















