Adhi Karya dan Hutama Karya Garap Rekonstruksi Stadion H. Agus Salim Padang Senilai Rp340 Miliar
Rekonstruksi stadion di Padang ini didanai melalui APBN 2026, dirancang berkapasitas sekitar 15.000 penonton, dan ditargetkan selesai pada akhir 2027 atau paling lambat Januari 2028.

Stadion H. Agus Salim di Kota Padang, Sumatera Barat akan menjalani proses pemugaran melalui proyek rekonstruksi senilai sekitar Rp340 miliar.
Pembangunan kembali stadion kebanggaan masyarakat Ranah Minang ini diarahkan untuk menghadirkan fasilitas olahraga yang lebih modern sekaligus mempertahankan identitas arsitektur yang mencerminkan karakter daerah.
Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk bersama PT Hutama Karya (Persero) melalui skema kerja sama operasi (KSO).

Berdasarkan informasi yang dikutip dari beberapa sumber, pembangunan ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp340.043.932.000 yang bersumber dari APBN 2026.
Pengerjaan stadion ditargetkan rampung pada akhir 2027 atau paling lambat Januari 2028. Setelah selesai, fasilitas ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan atlet, klub sepak bola, dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur olahraga di Sumatera Barat.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam rekonstruksi tersebut adalah desain arsitektur stadion. Berdasarkan materi desain yang dibagikan Adhi Karya melalui akun instagramnya, rancangan stadion mengadopsi konsep dasar Stadion Surajaya di Lamongan dengan sejumlah penyesuaian untuk menghadirkan karakter visual tersendiri.
Rancangan tersebut menampilkan dua struktur atap pada tribun barat dan timur. Keduanya dirancang melengkung ke bawah hingga menyerupai bentuk tanduk sehingga menghasilkan tampilan yang khas pada bangunan stadion.
Pendekatan desain ini memadukan unsur modern dengan identitas lokal. Dengan karakter arsitektur tersebut, Stadion H. Agus Salim diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai arena pertandingan, tetapi juga menjadi salah satu penanda visual baru bagi Kota Padang dan masyarakat Sumatera Barat.
Dari sisi fungsi, stadion baru ini direncanakan memenuhi standar Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dengan kapasitas sekitar 15.000 penonton. Kapasitas tersebut diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan pertandingan sepak bola serta berbagai kegiatan olahraga berskala nasional.
Rekonstruksi Stadion H. Agus Salim juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Padang. Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan kesiapan pemerintah kota untuk berkolaborasi dalam menyukseskan pembangunan kembali kawasan GOR H. Agus Salim.
Dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu unsur penting dalam pelaksanaan proyek, terutama untuk memastikan pembangunan kawasan olahraga tersebut dapat berjalan selaras dengan kebutuhan kota dan masyarakat.
Bagi masyarakat Sumatera Barat, Stadion H. Agus Salim memiliki arti lebih dari sekadar tempat pertandingan. Stadion ini telah menjadi bagian dari sejarah dan identitas olahraga Ranah Minang, sekaligus ruang bagi perkembangan sepak bola daerah.
Karena itu, pembangunan kembali stadion diharapkan dapat menghadirkan fasilitas yang lebih memadai bagi pembinaan atlet, pengembangan klub, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga. Infrastruktur yang lebih modern juga berpotensi memperluas kesempatan bagi Sumatera Barat untuk menjadi tuan rumah pertandingan dengan skala lebih besar.
Apabila selesai sesuai target, Stadion H. Agus Salim akan menjadi salah satu fasilitas olahraga modern di Sumatera Barat. Proyek ini sekaligus menandai keterlibatan Adhi Karya dan Hutama Karya dalam pengembangan infrastruktur olahraga nasional, dengan menggabungkan peningkatan fungsi bangunan dan penguatan identitas arsitektur daerah.













