PLN Nusantara Power Kejar Operasi PLTS Karangkates dan Tembesi pada Akhir 2026

PT PLN Nusantara Power (PLN NP) terus mempercepat pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai bagian dari upaya menambah kapasitas energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Saat ini, dua proyek yang tengah dikebut adalah PLTS Karangkates dan PLTS Tembesi.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Nusantara Power Dwi Hartono mengatakan pembangunan PLTS Karangkates telah memasuki tahap konstruksi dengan progres sekitar 70 persen. Perseroan menargetkan pembangkit tersebut dapat mulai beroperasi pada 2026.
Menurut Dwi, PLN NP terus mengejar penyelesaian pekerjaan agar PLTS Karangkates dapat segera masuk tahap operasi pada tahun ini. Proyek tersebut kini menjadi salah satu fokus perusahaan dalam menambah pasokan listrik berbasis energi terbarukan.
PLTS Karangkates memiliki kapasitas 133 megawatt peak (MWp) dan diproyeksikan mampu memasok listrik bagi sekitar 35.000 pelanggan. Pembangunan pembangkit ini membutuhkan nilai investasi sekitar US$100 juta.
Di sisi lain, PLN NP juga tengah mengembangkan PLTS Terapung Tembesi dengan kapasitas 35 megawatt alternating current (MWac) atau setara 46 MWp. Proyek yang merupakan hasil kerja sama dengan PT TBS Energi Utama Tbk tersebut juga telah memasuki tahap konstruksi dengan progres hampir 70 persen.
PLTS Tembesi ditargetkan dapat beroperasi pada akhir 2026. Dengan perkembangan konstruksi yang telah mendekati 70 persen, PLN NP terus melakukan percepatan agar proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai target.
PLN NP bahkan menargetkan PLTS Karangkates dan PLTS Tembesi dapat beroperasi secara bersamaan pada akhir 2026. Beroperasinya kedua pembangkit tersebut secara bersamaan akan menambah kapasitas pembangkit berbasis energi surya yang dikelola perusahaan.
Tidak berhenti pada dua proyek tersebut, PLN NP juga menyiapkan sejumlah proyek PLTS baru yang ditargetkan masuk pada 2027. Beberapa di antaranya telah memasuki tahap pengadaan, yakni PLTS Batang, Sumenep, Paiton, dan Pemalang.
Keempat proyek tersebut masing-masing dirancang memiliki kapasitas 50 MWp. Dengan demikian, total potensi kapasitas dari empat proyek PLTS tersebut mencapai sekitar 200 MWp.
Pengembangan sejumlah proyek baru tersebut menjadi bagian dari strategi PLN NP untuk memperluas portofolio pembangkit berbasis energi terbarukan. Untuk mendukung realisasi proyek, perusahaan juga tengah membuka peluang kerja sama dengan mitra strategis.
Dengan percepatan pembangunan PLTS Karangkates dan Tembesi serta persiapan empat proyek baru untuk 2027, PLN Nusantara Power terus memperluas pengembangan energi surya. Langkah tersebut diarahkan untuk menambah kapasitas EBT sekaligus mendukung pengembangan sistem kelistrikan yang semakin beragam dan berkelanjutan.
















