Waskita Karya Resmi Mulai Bangun Terminal Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato di Timor Leste

PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah resmi memulai pembangunan gedung terminal Presidente Nicolau Lobato International Airport (PNLIA) di Timor Leste yang ditargetkan rampung pada tahun 2028.
Hal ini ditandai secara simbolis melalui prosesi peletakkan batu pertama atau groundbreaking yang dilaksanakan langsung oleh Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho pada Selasa, 15 September 2026 bersama dengan sejumlah perwakilan pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembangunan terminal PNLIA.
Selain itu, acara seremonial penting ini juga nampak disaksikan oleh Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko dan Sekretaris Perusahaan Steven Subiantoro sebagaimana informasi yang dikutip dari laman instagram Waskita Karya.
Melalui akun instagramnya, Waskita Karya menyampaikan bahwa pelaksanaan groundbreaking ini merupakan salah satu tahap yang menandai dimulainya proses pembangunan terminal bandara internasional yang berada di Timor Leste tersebut.
Tak hanya itu, groundbreaking proyek ini juga menjadi kelanjutan dari upaya Waskita Karya untuk memperluas keterlibatannya dalam pembangunan infrastruktur di luar negeri yang juga sekaligus memperluas lini bisnisnya ke kancah internasional sebagai salah satu perusahaan konstruksi terbaik.
Sehingga langkah ini dianggap bisa menjadi peluang bagi perseroan untuk mengembangkan portofolio proyek di luar Indonesia sekaligus memperkuat pengalaman dalam menggarap proyek lintas negara.
Berbekal pengalaman dan kapabilitasnya di bidang konstruksi, Waskita Karya menyatakan bahwa pihaknya optimis dapat terus mengembangkan kiprahnya melalui proyek-proyek di luar negeri.
Salah satunya melalui proyek ini yang dimana Waskita juga melihat adanya kesempatan untuk memperluas kiprah perusahaan konstruksi Indonesia di kawasan regional.
Dengan dilaksanakannya groundbreaking ini, proyek gedung terminal PNLIA telah resmi memasuki babak baru ke tahap konstruksi. Tahapan selanjutnya akan berfokus pada pelaksanaan pekerjaan pembangunan sesuai dengan rencana proyek dan ketentuan yang telah ditetapkan bersama para pemangku kepentingan.
Sebagai informasi, Proyek ini rupanya bukan proyek pertama yang dipercayakan negara Timor Leste kepada Waskita Karya
Sebelumnya, Waskita Karya sudah mendapatkan beberapa proyek prestisius lainnya dari negara Timor Leste yakni Proyek Jalan Noefefan-Oenuno di Oé-Cusse, Jalan Pasar Tono menuju Oesilo yang merupakan wilayah Timor Leste yang berbatasan langsung dengan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan, Indonesia, dan proyek Bandara Suai dan Jalan Sakato – Noefefan yang rampung pada tahun 2020 lalu.
Sehingga rampungnya proyek ini akan menambah daftar panjang portofolio Waskita Karya di luar negeri khususnya di sektor infrastruktur transportasi udara.
Seperti diketahui, BUMN Konstruksi Waskita Karya yang telah berkiprah selama lebih dari 64 tahun ini memiliki pengalaman dan portofolio kuat dalam pembangunan bandara internasional di Indonesia.
Proyek bandara internasional yang pernah diselesaikannya yaitu Bandara Soekarno Hatta Jakarta, Kualanamu Medan, Juanda Surabaya, Ngurah Rai Bali, dan Hasanudin Makassar.
Dengan berbekal pengalaman tersebut, Waskita kini semakin dipercaya untuk terlibat dalam proyek-proyek strategis di sektor infrastruktur transportasi udara.
Salah satu pencapaian penting yang diraihnya yaitu berhasil membangun Bandara Ahmad Yani Semarang (SRG) hanya dalam waktu 12 bulan, yang dimana berkat capaian tersebut Perseroan akhirnya mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).












