Mengintip Pengelolaan Rumput JIS, Dari Nursery Hingga Perawatan Berstandar FIFA

Jakarta Internasional Stadium (JIS) menjadi stadion tempat diselenggarakannya banyak pertandingan internasional. Menjaga kualitas rumput lapangan sepak bola membutuhkan serangkaian proses yang tidak sederhana. Mulai dari nursey (pembibitan), pemupukan, hingga pengaturan sistem irigasi di lapangan.
Rumput yang digunakan di Jakarta Internasional Stadium (JIS) merupakan Hybrid Mixto Plus 55 dan Natural Zoysia Matrela. Zoysia Matrela yang merupakan rumput asli digunakan untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh FIFA.
Pembangunan fasilitas nursery masih terus dimatangkan. Persiapan sudah dimulai, dan pengelola juga telah menyiapkan alat potong dan tempel untuk mendukung proses pengerjaan serta perawatan rumput saat aktivitas stadion mulai bergulir.
JIS menggunakan metode Eclipse Stabilised Turf (EST) sebagai metode perawatan rumput stadion. Metode EST dipilih untuk menyesuaikan dengan iklim tropis di Indonesia dengan suhu panas, kelembapan tinggi, serta curah hujan yang besar.
EST sendiri merupakan kombinasi paten dari rumput alami yang tumbuh di dalam mat penstabil yang unik. Ditanam secara eksklusif oleh County Turf di Inggris dan untuk Eropa berada di bawah lisensi dari Motz Group.

Kombinasi tersebut menghasilkan solusi rumput alami yang memberikan kemudahan pengelolaan, kenyamanan bermain, dan fleksibilitas yang dibutuhkan oleh venue olahraga kelas dunia saat ini. Rumput hibrida tersebut menggabungkan serat alami dan sintetis yang ditumpuk ke dalam alas anyaman terbuka, ditutupi dengan pasir khusus. Penguatan rumput sintetis menjamin stabilitas dan permukaan bermain yang rata segera setelah pemasangan.
Perawatan hingga fasilitas nursery yang dipersiapkan oleh penyelenggara JIS, dilakukan untuk menopang intensitas liga yang akan bergulir. Saat ini JIS telah resmi dipilih sebagai kandang baru bagi tim Macan Kemayoran alias klub Persija Jakarta.
Jakarta International Stadium (JIS) memiliki kapasitas sekitar 82.000 penonton, menjadikannya stadion terbesar di Indonesia. Dengan kapasitas tersebut, JIS melampaui Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai stadion berkapasitas terbesar di Tanah Air.
Lima Stadion Terbesar di Indonesia
Indonesia memiliki lima stadion dengan kapasitas terbanyak, salah satunya adalah JIS yang memegang takhta sebagai stadion terbesar di Indonesia. Disusul oleh Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan kapasitas 77.193, setelah mengalami pengurangan kapasitas seiring banyaknya renovasi yang berjalan.

Di posisi ketiga ada Stadion Gelora Bung Tomo yang resmi dibuka pada 2010 silam. Berkapasitas 46.806 penonton, Stadion Bung Tomo menjadi ikon kebanggaan warga Surabaya. Selanjutnya pada posisi keempat, stadion Batakan yang terletak di Balikpapan, Kalimantan Timur. Diresmikan pada tahun 2027, dengan kapasitas 40.000 penonton. Pembangunannya menelan biaya mencapai RP1,2 triliun dan terkenal akan kemegahan interiornya.
Posisi kelima diduduki oleh Stadion Utama Palaran yang berada di Samarinda, Kalimantan Timur. Berkapasitas 35.000 penonton, sempat menjadi stadion pusat kegiatan PON XVII pada 2018.
Stadion-stadion yang telah berdiri tetap harus diperhatikan perawatannya. Bukan hanya sebagai ikon sebuah wilayah, keberadaannya harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Sebagai ikon sekaligus fasilitas publik, stadion harus mampu menghadirkan kenyamanan dan keamanan bagi para atlet, penonton, maupun masyarakat yang memanfaatkannya. Mulai dari perawatan interior, fasilitas pendukung, hingga kualitas lapangan, seluruh aspek perlu dijaga secara konsisten agar stadion tetap layak digunakan dan mampu mendukung berbagai kegiatan olahraga maupun hiburan.






