Kementerian PU Percepat Konstruksi 4 Ruas Tol Baru Yang Ditargetkan Beroperasi pada 2027

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat penyelesaian sejumlah proyek jalan tol strategis guna memperkuat konektivitas nasional.
Sedikitnya ada empat ruas jalan tol yang berada di jaringan Jalan Tol Trans Jawa dan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ditargetkan rampung atau tersambung penuh pada tahun 2027 mendatang.
Direktur Jalan Bebas Hambatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Dedy Gunawan menjelaskan langkah percepatan tersebut difokuskan pada ruas-ruas yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pengembangan kawasan ekonomi.
Menurut Dedy, ruas tol yang diproyeksikan selesai pada tahun 2027 mendatang meliputi :
- Jalan Tol Akses Patimban sepanjang 37,05 kilometer,
- Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi), khususnya koridor Ciawi–Sukabumi,
- Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan)
- Tol Betung – Tempino – Jambi (Betajam) sepanjang 170,7 kilometer
Percepatan pembangunan tersebut merupakan bagian dari target besar pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan antarwilayah.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rozali Anwar, sebelumnya menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan pengembangan jaringan jalan tol secara bertahap guna meningkatkan konektivitas pada koridor-koridor utama nasional.
Pembangunan jalan tol akan mengandalkan investasi dari badan usaha melalui skema kerja sama dengan pemerintah, yang tetap didukung pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam dokumen RPJMN 2025–2029, pemerintah menargetkan panjang jalan tol yang beroperasi mencapai 1.459 kilometer pada tahun ini. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 2.383 kilometer pada 2027 dan kembali bertambah hingga mencapai 3.558 kilometer pada 2028 sebagai bagian dari pengembangan jaringan tol nasional.
Kemudian di akhir periode RPJMN atau 2029, total panjang jalan tol nasional ditargetkan meningkat hingga 5.134 kilometer.
Sementara itu bila mengacu pada data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), total panjang jalan tol yang telah beroperasi di Indonesia hingga 1 Juli 2026 tercatat telah mencapai 3.128,3 kilometer.
Capaian tersebut menjadi fondasi bagi pemerintah untuk terus memperluas jaringan jalan tol yang diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, meningkatkan efisiensi logistik, serta memperkuat daya saing ekonomi nasional.











