Top, Indonesia Akan Jadi Tuan Rumah Pertemuan Insinyur Sedunia IEAM 2027, PII Penyelenggara

HeadlineNewsPress ReleaseTop List

Cape Town, Afrika Selatan (12 Juni 2026) – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan International Engineering Alliance Meetings (IEAM) 2027, forum keinsinyuran internasional yang mempertemukan organisasi profesi, lembaga akreditasi, regulator, dan pemangku kepentingan pendidikan teknik dari berbagai negara.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PII, Dr. Ir. Teguh Haryono, MBA., IPU., ACPE., ASEAN Eng., APEC Eng., di sela-sela kehadirannya mewakili Ketua Umum PII Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, MBA., IPU., ASEAN Eng pada International Engineering Alliance Meetings (IEAM) 2026 yang berlangsung di Cape Town, Afrika Selatan, pada 7 – 12 Juni 2026.

“Pertemuan International Engineering Alliance tahun depan akan berlangsung di Bali, dengan PII sebagai tuan rumah penyelenggara,” ujar Teguh Haryono dalam keterangannya dari Cape Town, Jumat (12/06/2026).

Delegasi Indonesia yang hadir dalam IEAM 2026 di Afrika Selatan kali ini terdiri atas Sekretaris Jenderal PII Dr. Ir. Teguh Haryono, MBA., IPU., ACPE., ASEAN Eng., APEC Eng.; Ketua Umum PII periode 2018–2021 yang saat ini menjabat sebagai anggota Executive Council World Federation of Engineering Organizations (WFEO), Dr. Ir. Heru Dewanto, ST., M.Sc.(Eng.), IPU., ASEAN Eng.; Deputi Ketua Umum PII Bidang Kerja Sama Keinsinyuran Internasional, Ir. Andre Mulpyana, BSIE., MSIE., IPU.; serta Sekretaris Badan Kejuruan Kimia PII, Ir. Arief Koeswanto, S.T., M.Sc.Eng., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., ACPE. Termasuk dalam delegasi PII adalah Prof. Dr.-Ing. Ir. Misri Gozan, IPU, ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. M. Romli, MSc., IPU., APEC Eng., beserta beberapa staff dari IABEE (Indonesian Accreditation Board for Engineering Education) yang merupakan bagian dari PII dan yang akan bertindak sebagai pelaksana kegiatan IEA di Bali tahun 2027.

Tahun ini IEAM 2026 di Cap Town Afrika Selatan diselenggarakan oleh The Engineering Council of South Africa (ECSA) dan dihadiri oleh delegasi organisasi profesi insinyur, badan regulator keinsinyuran, lembaga akreditasi, institusi pendidikan teknik, serta organisasi profesi dari berbagai negara.

Forum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi internasional, berbagi pengetahuan, serta membahas berbagai isu strategis yang memengaruhi masa depan profesi keinsinyuran global.

“IEA saat ini sedang bertransformasi dari organisasi yang berfokus pada koordinasi dan pengakuan internasional menjadi organisasi dengan tata kelola yang lebih kuat, kapasitas quality assurance yang lebih profesional, serta model pendanaan yang berkelanjutan. Arah strategis ini akan berdampak langsung pada seluruh anggota IEA, termasuk Indonesia melalui PII, khususnya dalam bidang akreditasi pendidikan teknik, registrasi insinyur profesional, penjaminan mutu, dan peningkatan mobilitas insinyur Indonesia di tingkat global,” jelas Teguh.

Teguh menegaskan bahwa kehadiran delegasi PII dalam IEAM 2026 menjadi bagian penting dari persiapan Indonesia sebagai tuan rumah IEAM 2027.

“Kehadiran delegasi PII pada IEA Meeting 2026 sangat penting untuk mempersiapkan Indonesia sebagai tuan rumah IEA Meeting 2027 di Bali. Harapannya, Indonesia tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu memperkuat jejaring dan kolaborasi insinyur Indonesia di tingkat global,” ujarnya.

PII bersama para pemangku kepentingan terkait telah mulai melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan IEAM 2027. Dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali juga telah diperoleh. “Gubernur Bali, Bapak I Wayan Koster, menyambut baik rencana penyelenggaraan IEA Meeting 2027 dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut,” tambah Teguh.

Deputi Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bidang Kerja Sama Keinsinyuran Internasional, Ir. Andre Mulpyana, BSIE., MSIE., IPU., menyampaikan bahwa kehadiran delegasi PII pada IEA Meeting 2026 merupakan bagian dari strategi engineering diplomacy untuk memperkuat posisi dan peran keinsinyuran Indonesia di tingkat global.

“Diplomasi keinsinyuran yang dijalankan PII di bawah kepemimpinan Ketua Umum PII, Bapak Ilham Habibie, telah dilakukan secara berkelanjutan dalam berbagai forum internasional. Dimulai dari penyelenggaraan World Engineering Day (WED) 2026 pada 4 – 5 Maret 2026 di Indonesia, dilanjutkan dengan partisipasi dalam International Engineering Alliance (IEA) Meeting 2026 di Cape Town, Afrika Selatan ini yang akan diikutinya Midterm Meeting ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO) di Yangon, Myanmar, pada akhir Juni 2026. Termasuk dalam rangkaian kegiatan tersebut akan berlanjut dengan Indonesia sebagai tuan rumah IEA Meeting 2027 yang akan diselenggarakan di Bali,” ujar Andre Mulpyana.

Andre juga menambahkan bahwa pada akhir tahun 2026, tepatnya pada bulan Oktober, PII akan kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 44th Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 44) di Bandung.

Konferensi tersebut merupakan forum keinsinyuran terbesar di kawasan ASEAN yang mempertemukan para insinyur, akademisi, regulator, dan pelaku industri dari negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat kolaborasi dan pengembangan profesi keinsinyuran di kawasan.

“Melalui pertukaran pengalaman dan kolaborasi lintas negara, kami memperoleh wawasan baru tentang bagaimana membangun sistem yang lebih adaptif, terpercaya, dan berkelanjutan. Pada akhirnya, seluruh pembelajaran ini bermuara pada satu tujuan utama, yaitu meningkatkan kualitas dan reliabilitas dari apa yang selama ini telah kita lakukan dengan baik, sehingga profesi insinyur Indonesia semakin siap menghadapi tantangan global,” kata Sekretaris Badan Kejuruan Kimia PII Arief Koeswanto.

Penyelenggaraan IEAM 2027 di Bali diharapkan menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kapasitas dan kontribusinya dalam pengembangan profesi keinsinyuran global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam berbagai forum internasional yang berkaitan dengan pendidikan, akreditasi, dan praktik keinsinyuran.

Sebagai aliansi keinsinyuran internasional, IEA berperan dalam mengembangkan standar dan kerangka kompetensi yang menjadi acuan bagi pendidikan teknik di berbagai negara. Selain itu, IEA juga mendukung pengakuan kompetensi insinyur lintas negara serta mendorong pengembangan komunitas keinsinyuran global yang berkelanjutan.

Back to top button