Kontraktor PT Asri Karya Lestari Tbk(ASLI) , BIDIK Proyek Infrastruktur JUMBO Bernilai > Rp. 5 Triliun

PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) bersiap memasuki fase ekspansi baru setelah resmi memiliki pemegang saham pengendali baru, PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM).
Dengan struktur kepemilikan yang dinilai lebih solid, perseroan kini membidik proyek-proyek infrastruktur berskala besar bernilai triliunan rupiah, mulai dari jalan dan jembatan hingga bandara serta fasilitas logistik nasional.
Manajemen menyatakan bahwa bersama WKM, perseroan telah menyusun dan mulai mengimplementasikan rencana bisnis komprehensif guna memperkuat kompetensi inti di sektor konstruksi strategis.
Fokus utama diarahkan pada proyek-proyek nasional berskala besar yang dinilai memiliki dampak signifikan terhadap penguatan portofolio dan peningkatan daya saing perusahaan.
Dalam periode 2025–2026, ASLI menargetkan keterlibatan dalam sejumlah tender revitalisasi bandara berskala nasional. Saat ini, perseroan tengah mengikuti proses tender untuk proyek revitalisasi runway dan taxiway Bandara Sentani serta Bandara I Gusti Ngurah Rai (sisi udara) dengan estimasi nilai sekitar Rp300 miliar.
Proses tender masih berlangsung, dan manajemen berharap proyek tersebut dapat bersifat berkelanjutan (recurring) sehingga menopang portofolio jangka panjang.
Selain sektor kebandarudaraan, WKM juga mendorong ASLI memperkuat fokus pada infrastruktur transportasi lain seperti jalan dan jembatan yang masuk dalam daftar proyek prioritas nasional.
Untuk jangka menengah 2026–2028, perseroan membidik proyek logistik berskala nasional melalui pengembangan fasilitas pergudangan. ASLI tengah mempersiapkan diri untuk terlibat dalam proyek pembangunan gudang nasional senilai sekitar Rp5 triliun melalui skema kerja sama operasi (KSO) dengan BUMN Karya. Saat ini, proses penjajakan dan persiapan teknis masih berjalan.
Memasuki 2027 dan seterusnya, perseroan menargetkan kesinambungan pipeline proyek melalui diversifikasi portofolio dan optimalisasi skema KSO. Sumber pendanaan akan mengandalkan kombinasi arus kas internal dan pinjaman perbankan, dengan penekanan pada manajemen risiko serta keberlanjutan usaha di tengah dinamika sektor konstruksi.
Manajemen menilai strategi tersebut layak dijalankan karena didukung pipeline proyek pemerintah dan BUMN yang berkelanjutan, skema pembiayaan berbasis proyek, serta investasi pada aset produktif yang dapat digunakan lintas proyek.
Untuk mendukung ekspansi, ASLI menyiapkan belanja modal sekitar Rp330 miliar pada periode 2025–2027 guna pengadaan aset dan peralatan utama antara lain Asphalt Mixing Plant (AMP), Asphalt Finisher, serta Batching Plant merek SANY. Pendanaan investasi ini akan bersumber dari kas internal dan pinjaman investasi perbankan. Langkah tersebut dinilai krusial untuk meningkatkan efisiensi, kapasitas produksi, serta kesiapan perusahaan dalam mengikuti tender proyek-proyek besar pemerintah dan BUMN.
Masuknya WKM sebagai pengendali baru dipandang sebagai katalis penting dalam transformasi ASLI. Berdasarkan informasi perusahaan, WKM memiliki rekam jejak dalam proyek konstruksi nasional dan kerja sama dengan pelaku industri besar, termasuk keterlibatan dalam sejumlah proyek bersama PT Jhonlin Baratama, entitas pertambangan batubara di bawah Jhonlin Group.
Beberapa proyek yang pernah dikerjakan antara lain pembangunan workshop dan office plant di Kalimantan Selatan, tangki CPKO PT Kodeco Agrojaya Mandiri, serta pembangunan mess dan perumahan karyawan.
Dengan dukungan pengendali baru yang memiliki jaringan luas dan pengalaman pada proyek berskala besar, manajemen menyatakan optimisme bahwa ASLI dapat bertransformasi menjadi perusahaan konstruksi nasional yang lebih kuat dan kompetitif, sekaligus berperan aktif dalam pembangunan infrastruktur Indonesia.




