Tiga Investor Baru Masuk IKN, Bawa Investasi Rp1,27 Triliun Garap Hunian hingga Fasilitas Komersial
Minat investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, terus menunjukkan tren positif. Terbaru, sebanyak tiga investor baru resmi bergabung dalam pengembangan kawasan tersebut dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp1,27 triliun.
Ketiga investor tersebut adalah PT Hauptstadt Indonesia Borneo, PT Starbright International Investment, dan PT Oceans Resto Nusantara. Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan bersama Otorita IKN sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan ekosistem perkotaan di ibu kota baru Indonesia.
Kerja sama ini mencakup pengembangan berbagai fasilitas, mulai dari hunian berupa apartemen, kawasan perkantoran, hingga fasilitas penunjang seperti restoran, kafetaria, dan pusat olahraga. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik kawasan Nusantara.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan para pelaku usaha yang terus menunjukkan komitmen untuk berinvestasi di IKN. Ia menilai partisipasi sektor swasta menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem perkotaan yang terintegrasi.
Basuki juga menegaskan bahwa kawasan IKN masih membuka peluang investasi di berbagai sektor, termasuk perhotelan, logistik, dan sektor kuliner. Menurutnya, pengembangan kawasan strategis seperti area yudikatif dan legislatif, serta mulai beroperasinya SMA Taruna Nusantara pada tahun ini akan semakin mendorong pertumbuhan aktivitas di kawasan tersebut hingga 2028.
Selain penandatanganan kerja sama baru, Otorita IKN juga melakukan adendum perjanjian dengan PT Balikpapan Ready Mix dan PT Citadel Group Indonesia. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 185/PUU-XXII/2024.
Dalam mendukung percepatan investasi, Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk memberikan kemudahan berusaha, termasuk percepatan proses perizinan bagi para investor.
Basuki menilai saat ini merupakan momentum yang tepat bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan berbagai peluang bisnis di kawasan Nusantara, dengan dukungan pemerintah dalam hal perizinan dan fasilitasi investasi.
Salah satu investor, PT Starbright International Investment, yang berafiliasi dengan Zhongda Jiancheng Engineering Management Group Co., Ltd., berencana mengembangkan apartemen suite, kawasan ritel, restoran, serta perkantoran. Proyek tersebut dijadwalkan mulai dibangun pada kuartal II tahun 2027.
Sementara itu, PT Hauptstadt Indonesia Borneo akan mengembangkan kafe dengan konsep unik menyerupai pesawat terbang yang dipadukan dengan fasilitas lounge dan mini sport. Proyek ini direncanakan mulai dibangun pada kuartal III tahun 2026. Adapun PT Oceans Resto Nusantara akan memulai perencanaan pembangunan restoran pada kuartal II tahun 2026.
Direktur Utama PT Starbright International Investment, Lu Keming, menyampaikan optimismenya terhadap prospek pengembangan IKN. Ia menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk menarik lebih banyak investor, baik dari dalam maupun luar negeri, serta berpeluang menjadi salah satu kota terbaik di dunia di masa depan.
Masuknya tiga investor baru ini disebut menjadi sinyal positif bagi dunia usaha bahwa Ibu Kota Nusantara semakin menjanjikan sebagai destinasi investasi.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang pro-investasi, proses yang transparan, serta kepastian hukum, pembangunan Nusantara diharapkan terus membuka peluang luas bagi pelaku usaha di berbagai sektor strategis.













