RSUD Buleleng Akan Bangun 2 Gedung Baru pada 2027, Diperkirakan Butuh Anggaran Rp200 Miliar

Pemkab Buleleng merencanakan pembangunan gedung baru RSUD Buleleng melalui skema pembiayaan tahun jamak 2027–2028.

HeadlineNews

Keterbatasan kapasitas ruang operasi masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

Masalahnya, kondisi ini membuat pasien yang membutuhkan operasi terjadwal di RSUD Kabupaten Buleleng harus menunggu hingga satu atau dua bulan untuk mendapatkan jadwal tindakan bedah.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mengambil langkah nyata.

Langkah apa yang dilakukan ?

Berdasarkan informasi yang dikutip dari beberapa sumber, Pemkab Kabupaten Buleleng telah menyiapkan pembangunan dua gedung baru yang ditargetkan akan mulai dikerjakan pada awal tahun 2027.

Proyek dengan estimasi anggaran sekitar Rp200 miliar ini direncanakan akan dibangun untuk meningkatkan kapasitas pelayanan bedah, memperkuat penanganan stroke, serta mengembangkan fasilitas kegawatdaruratan bagi ibu dan bayi.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyampaikan perkembangan terbaru terkait proyek tersebut.

Nyoman menyatakan bahwa proyek tersebut saat ini telah memasuki tahap pemilihan konsultan manajemen konstruksi (MK) yang ditargetkan selesai pada bulan ini, Oktober 2026.

Setelah itu, tahap ini akan dilanjutkan dengan penyusunan rencana induk atau master plan yang diharapkan rampung pada Desember 2026, sebelum memasuki tahap pelelangan pekerjaan fisik.

Dalam rancangannya, kedua gedung akan dibangun secara terintegrasi dengan ketinggian hingga empat lantai. Konsep pembangunan vertikal dipilih untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan rumah sakit yang memiliki kontur bertingkat.

Gedung pertama akan difungsikan sebagai pusat Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) untuk menangani kondisi kegawatdaruratan ibu dan bayi.

Sementara itu, gedung kedua akan difungsikan untuk menampung Instalasi Bedah Sentral (IBS) yang terintegrasi dengan pusat layanan stroke atau stroke center.

Proyek pembangunan dua gedung ini juga termasuk pengembangan fasiitas di dalamnya yang mencakup penambahan kapasitas perawatan pasien, termasuk penyediaan 20 tempat tidur untuk Neonatal Intensive Care Unit (NICU) atau ruang perawatan intensif bayi baru lahir, serta 24 tempat tidur untuk layanan perawatan lainnya.

Penambahan kapasitas ini diharapkan dapat mengurangi antrean operasi terjadwal yang saat ini mencapai satu hingga dua bulan akibat keterbatasan fasilitas IBS. Sutjidra juga memastikan bahwa ketersediaan tenaga medis untuk mendukung pengembangan layanan tersebut saat ini masih mencukupi.

Dari sisi pembiayaan, kebutuhan anggaran pembangunan sementara diperkirakan mencapai Rp200 miliar. Anggaran tersebut rencananya akan difokuskan untuk pekerjaan konstruksi gedung dan perlengkapan ruang operasi atau belum termasuk seluruh kebutuhan alat kesehatan pendukung.

Meski demikian, nilai anggaran tersebut belum bersifat final atau ada kemungkinan dapat berubah karena masih akan disesuaikan dengan hasil perencanaan teknis dan perkembangan harga material konstruksi.

Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan dua gedung baru RSUD Buleleng.

DPRD menyetujui anggaran sekitar Rp200 miliar melalui skema tahun jamak atau multiyears, mengingat durasi pembangunan diperkirakan mencapai 12 bulan atau lebih.

Karena pelaksanaannya direncanakan mencakup tahun anggaran 2027 dan 2028, Pemkab Buleleng mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pelaksanaan Kegiatan Tahun Jamak kepada DPRD Kabupaten Buleleng sebagai dasar hukum pembiayaan proyek.

Ranperda tersebut telah disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Buleleng pada Senin (19/10/2026) untuk selanjutnya dibahas sesuai mekanisme yang berlaku.

Meski mendukung pembangunan fisik, Arya mengingatkan agar pemerintah daerah mempersiapkan alat kesehatan dan tenaga medis sebelum gedung baru mulai beroperasi.

Menurutnya, fasilitas yang selesai dibangun harus didukung peralatan yang memadai agar bisa langsung dimanfaatkan untuk pelayanan pasien.

Di tengah persiapan pembangunan, manajemen RSUD Buleleng juga telah menyiapkan skema relokasi sejumlah layanan ke lokasi sementara. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelangsungan pelayanan medis kepada masyarakat selama pekerjaan konstruksi berlangsung.

Melalui pembangunan dua gedung tersebut, Pemkab Buleleng berharap kapasitas dan kualitas pelayanan RSUD dapat meningkat, terutama dalam mempercepat penanganan pasien yang membutuhkan tindakan operasi serta memperkuat layanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan penderita stroke.

Back to top button