Muhammadiyah dan Investor Singapura Bangun Pabrik Obat di Kendal, Perkuat Industri Farmasi Nasional
Kolaborasi PT Ausilabs Pharma Indonesia, Ampro Singapore, dan Muhammadiyah melalui Universitas Muhammadiyah Purwokerto diarahkan untuk mendorong hilirisasi riset, alih teknologi, serta penguatan industri obat dalam negeri.

Pembangunan pabrik obat di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah telah resmi dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah bersama PT Ausilabs Pharma Indonesia dan Ampro Singapore pada Rabu (7/10/2026).
Proyek ini diarahkan untuk memperkuat industri farmasi nasional sekaligus membuka peluang pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi dalam kegiatan manufaktur.
Kolaborasi tersebut melibatkan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah melalui Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Selain pembangunan fasilitas produksi, kerja sama ini mencakup agenda alih teknologi, pemberdayaan tenaga kerja lokal, pemanfaatan sumber daya setempat, serta pengembangan produk dengan memperhatikan aspek sertifikasi halal.
Chairman PT Ausilabs Pharma Indonesia, Rupesh Singh, menyatakan optimisme terhadap prospek industri farmasi Indonesia. Keterlibatan perguruan tinggi menjadi salah satu aspek penting dalam proyek ini.
Ia menilai, kolaborasi dengan Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam pengembangan investasi tersebut, mengingat organisasi itu memiliki jaringan di bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Selain itu menurutnya, Perhatian terhadap sertifikasi halal juga dinilai sejalan dengan visi PT Ausilabs Pharma dalam mengembangkan produk farmasi.
Dari sisi pendidikan dan penelitian, pembangunan pabrik ini menjadi kesempatan untuk menghubungkan hasil riset akademik dengan kebutuhan industri secara lebih konkret.
Komisaris PT Ausilabs Pharma Indonesia sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jebul Suroso, menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan semangat Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan PWM Jawa Tengah dalam mendorong hilirisasi industri serta memperkuat kedaulatan ekonomi.
Bagi UMP, keberadaan pabrik obat ini diharapkan menjadi wadah hilirisasi riset yang melibatkan berbagai bidang keilmuan. Integrasi antara Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Farmasi, dan unit amal usaha rumah sakit dapat membuka peluang pengembangan penelitian yang lebih terarah serta relevan dengan kebutuhan industri dan layanan kesehatan.
Keterhubungan tersebut juga diharapkan mendukung pemenuhan kebutuhan rantai pasok layanan kesehatan secara berkelanjutan. Dengan tersedianya jalur pengembangan dari penelitian menuju manufaktur, hasil riset perguruan tinggi berpeluang dimanfaatkan secara lebih luas, sekaligus memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi, inovasi, dan industri farmasi.
Penguatan industri obat dalam negeri juga menjadi perhatian Muhammadiyah sebagai organisasi yang telah lama berkiprah dalam pelayanan kesehatan. Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir, menilai pendirian pabrik tersebut merupakan wujud dakwah Muhammadiyah dalam bidang kesehatan dan ekonomi strategis.
Menurut Tafsir, pengelolaan ratusan rumah sakit dan klinik oleh Muhammadiyah perlu diimbangi dengan penguatan kemandirian industri obat beserta rantai pasoknya. Dengan demikian, pembangunan pabrik ini diharapkan dapat melengkapi kapasitas pelayanan kesehatan yang telah dimiliki Muhammadiyah sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan kesehatan nasional.
Tafsir juga menegaskan bahwa proyek tersebut mencerminkan komitmen Muhammadiyah untuk terus membuka ruang kolaborasi produktif dengan sektor publik maupun swasta. Kerja sama lintas sektor itu diharapkan memberikan dampak berganda bagi perekonomian masyarakat, sekaligus memperluas kontribusi Muhammadiyah dalam pengembangan industri strategis.
Komitmen untuk memperkuat industri farmasi Indonesia turut ditegaskan Chairman Ampro Singapore, Mohd Ismail Shariff. Ia menyampaikan bahwa perusahaannya berkomitmen membangun infrastruktur industri obat berstandar global di Indonesia melalui kerja sama jangka panjang dengan PT Ausilabs Pharma Indonesia.
Investasi tersebut menurut Ismail, tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas manufaktur, tetapi juga pada penciptaan dampak ekonomi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Melalui penerapan teknologi manufaktur terkini dan transfer keahlian, Ampro bersama PT Ausilabs Pharma Indonesia menargetkan kontribusi terhadap penguatan ekosistem farmasi nasional, termasuk melalui pembukaan ribuan peluang kerja dan pengembangan kompetensi teknologi di tingkat regional.
Kehadiran investasi ini juga diharapkan memberikan manfaat bagi daerah tempat pabrik dibangun. Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investor yang memilih Kabupaten Kendal sebagai lokasi pembangunan pabrik PT Ausilabs Pharma Indonesia.
Ia berharap proyek tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor industri, serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan demikian, manfaat investasi diharapkan tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri, tetapi juga oleh masyarakat di sekitar kawasan pembangunan.
Secara keseluruhan, pembangunan pabrik obat di Kendal menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi industri farmasi nasional melalui kolaborasi antara organisasi masyarakat, perguruan tinggi, investor internasional, dan pemerintah daerah.
Keberhasilan proyek ini nantinya tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksinya, tetapi juga oleh kemampuan merealisasikan alih teknologi, mengembangkan hasil riset, memberdayakan tenaga kerja lokal, dan memperkuat rantai pasok kesehatan.
Melalui kolaborasi tersebut, pembangunan pabrik obat ini diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mendorong industri farmasi Indonesia yang lebih mandiri dan berdaya saing.
Dan pada saat yang sama, sinergi antara riset, manufaktur, dan pelayanan kesehatan diharapkan dapat memastikan bahwa investasi dan inovasi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Muhammadiyah Siapkan Pabrik Infus Berteknologi Italia, Perkuat Kemandirian Layanan Kesehatan
Pembangunan pabrik obat di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah telah resmi dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dilaksanakan…
Baca Selengkapnya →















