Indonesia Krisis Insinyur, Saatnya Ambil Peran dan Raih Gelar Ir. dari Universitas Indonesia, Daftar Sekarang!

News

Di tengah percepatan pembangunan infrastruktur dan transformasi digital, Indonesia justru menghadapi persoalan kritis pada sektor sumber daya manusia, yaitu kekurangan tenaga insinyur (engineer).

Pada acara World Engineering Day for Sustainable Development 2026 Maret lalu, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa jumlah insinyur di Indonesia baru tercatat sekitar 700 ribu orang. Data tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih membutuhkan tambahan sebanyak 45% insinyur untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie menyebutkan bahwa jika dilihat dari rasio populasi, Indonesia memiliki sekitar 2.500 hingga 2.670 insinyur per satu juta penduduk. Angka ini tertinggal sangat jauh dari standar ideal global sebesar 10.000 insinyur per satu juta penduduk, maupun jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Vietnam yang telah mencapai 9.000 insinyur per satu juta penduduk.

Kondisi ketimpangan ini menjadi peluang bagi para praktisi dan lulusan teknik di Indonesia untuk segera mengambil peran penting dalam pembangunan nasional.

Untuk mengatasi krisis tersebut sekaligus melaksanakan amanat Undang-Undang No. 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) membuka Program Studi Profesi Insinyur (PPI).

Dok. Universitas Indonesia

Program ini telah terakreditasi dengan predikat Unggul dari LAM Teknik berdasarkan keputusan No. 0088/SK/LAM Teknik/PI/IV/2026. Setiap lulusan dari program ini berhak menyandang gelar profesi Insinyur (Ir.) resmi dari Universitas Indonesia yang berlaku seumur hidup.

Sertifikasi dan gelar profesi ini dirancang untuk melahirkan lulusan berstandar kompetensi nasional maupun internasional. Terlebih lagi, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) telah terhubung dengan organisasi keinsinyuran tingkat dunia seperti World Federation of Engineering Organizations (WFEO) dan ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO). Hal ini menjamin bahwa insinyur lulusan PPI FTUI memiliki kompetensi yang diakui dan sanggup bersaing dengan tenaga ahli global.

Program Pendidikan Profesi Insinyur ini diselenggarakan untuk melengkapi kualifikasi akademik lulusan S1/D4 bidang Teknik melalui pendidikan profesi formal berbeban 24 SKS.

PPI FTUI menawarkan dua jalur, yaitu Jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) selama 1 semester yang berfokus pada penilaian portofolio bagi lulusan S1/D4 Teknik berpengalaman kerja keinsinyuran minimal 2 tahun (4 proyek besar), serta Jalur Reguler selama 2 semester bagi fresh graduate S1/D4 Teknik atau Sarjana Sains/Pendidikan Teknik berpengalaman kerja keinsinyuran minimal 3 tahun.

Cakupan keilmuan PPI FTUI melingkupi 13 Badan Kejuruan, yaitu

  1. Teknik Industri
  2. Teknik Elektro
  3. Teknik Informatika
  4. Teknik Biomedik
  5. Teknik Komputer
  6. Teknik Mesin
  7. Teknik Perkapalan
  8. Teknik Metalurgi dan Material
  9. Teknik Kimia
  10. Teknik Bioproses
  11. Teknik Sipil
  12. Teknik Lingkungan
  13. Arsitektur

Pendaftaran Mahasiswa Baru PPI FTUI dibuka melalui jalur SIMAK Gelombang III TA 2026/2027 pada rentang tanggal 28 September hingga 23 Oktober 2026.

Calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara langsung melalui situs resmi enrollment.ui.ac.id.

Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan pendaftaran dapat diakses di ide.ui.ac.id/program-profesi-insinyur-ppi/ atau dengan menghubungi sekretariat di Gedung IDE FTUI Kampus UI Depok melalui narahubung WhatsApp di nomor +62 811-253-573 (Bapak Rossy) atau +62 877-8132-8269 (Esthi).

Back to top button