Hutama Karya Kebut Konstruksi Tol Palembang – Betung, Progres Capai 87,18 Persen

News

PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat penyelesaian pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS), khususnya ruas strategis Palembang–Betung di Sumatera Selatan.

Bahkan berdasarkan informasi yang dikutip dari beberapa sumber, dilaporkan bahwa progres konstruksi ruas tol tersebut hingga saat ini telah mencapai angka 87,18 persen.

Wakil Direktur Utama Hutama Karya Sugeng Rochadi menjelaskan bahwa langkah percepatan pembangunan ini dilakukan bukan hanya untuk mengejar target penyelesaian, tetapi percepatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pemerataan ekonomi dan kelancaran distribusi logistik nasional yang menjadi bagian dari target Asta Cita pemerintah.

Adapun salah satu infrastruktur penting dalam ruas tersebut adalah Jembatan Musi V. Pembangunan jembatan yang menjadi bagian dari konektivitas Tol Palembang–Betung tersebut telah mencapai progres 96,44 persen dan telah dinyatakan lulus uji laik fungsi oleh Kementerian Pekerjaan Umum pada 6 Juli 2026.

Dengan perkembangan tersebut, Jembatan Musi V dan ruas Tol Palembang–Betung ditargetkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Percepatan pembangunan menjadi penting mengingat ruas Palembang–Betung memiliki posisi strategis dalam jaringan JTTS. Ruas ini diproyeksikan menjadi penghubung utama koridor jalan tol dari Sumatera Selatan menuju Jambi dan selanjutnya terhubung ke wilayah Riau melalui rencana pembangunan Tol Jambi–Rengat.

Sehingga rampungnya konektivitas tersebut diharapkan dapat memperlancar pergerakan orang dan barang antardaerah sekaligus memperkuat jaringan logistik di Pulau Sumatera. Dengan semakin terhubungnya sejumlah wilayah melalui jaringan tol, distribusi logistik diharapkan dapat berlangsung lebih efisien.

Dukungan terhadap percepatan pembangunan juga disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda. Ia menilai pembangunan JTTS di Sumatera Selatan menghadapi sejumlah tantangan yang membutuhkan dukungan dan koordinasi lintas instansi.

Oleh karena itu menurut Syaiful, percepatan pembangunan jalan tol perlu didukung melalui sinergi antara DPR RI, pemerintah daerah, Kementerian Pekerjaan Umum, dan badan usaha jalan tol. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan konstruksi.

Sejalan dengan itu, Hutama Karya terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), DPR RI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan. Koordinasi tersebut diarahkan untuk memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan target waktu yang telah ditetapkan.

Dengan progres konstruksi yang telah mencapai 87,18 persen, pembangunan Tol Palembang–Betung kini memasuki tahapan penting. Percepatan pembangunan ruas tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pada periode Nataru 2026/2027, tetapi juga memperkuat konektivitas jaringan JTTS dari Sumatera Selatan menuju wilayah Sumatera lainnya.

Back to top button