PT Jasa Marga Bali Tol dan BSI Tandatangani Pembiayaan Kembali Senilai Rp1,56 Triliun Lewat Skema SLF

PT Jasa Marga (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Jasa Marga Bali Tol, bersama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk resmi menandatangani kerja sama fasilitas pembiayaan investasi sebesar Rp1,56 triliun lewat skema SLF (Sustainability Linked Financing).
Fasilitas pembiayaan akan dimanfaatkan untuk mendukung investasi aset Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa. Pendaan kembali juga akan digunakan untuk melunasi sebagian pokok jaminan dan bunga sesuai perjanjian pinjaman pemegang saham.
PT Jasa Marga Bali Tol mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) terlihat dalam operasional Jalan Tol Bali Mandara sepanjang 12,7 kilometer. PT JBT menjadi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pertama yang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai bentuk kepedulian pada aspek lingkungan. Serta penggunaan lampu LED, pelestarian ekosistem mangrove Tahura Ngurah Rai, hingga pengelolaan sampah organik dan sumber air menjadi bukti komitmen PT JBT dalam implementasi prinsip ESG.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 400 kilowatt-peak (kWp) dipasang di enam titik, masing-masing di akses masuk dan keluar jalur motor di 3 gerbang tol Jalan Tol Bali-Mandara. Panjang panel surya untuk masing-masing titik tersebut adalah 1 kilometer. Pasokan listrik dari PLTS menjadi sumber listrik ramah lingkungan untuk lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), kantor operasional, dan gerbang tol di Jalan Tol Bali-Mandara. PLTS diresmikan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, pada 2023 lalu.

Pada aspek sosial dan tata kelola, PT JBT memperkuat kerja sama kewilayahan melalui program pendidikan, bantuan sosial, dan kolaborasi masyarakat lokal. Atas komitmen tersebut, PT JBT meraih Penghargaan Terbaik I Jalan Tol Berkelanjutan dari Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun 2022 dan sukses mempertahankan predikat Gold Sertifikasi Green Toll Road Indonesia hingga tahun 2024.
Melansir dari laman jasamarga.com, kerja sama ini menandai komitmen Bank BSI bersama Jasa Marga Bali Tol dalam membangun infrastruktur berkelanjutan pada skala nasional. Pembiayaan SLF merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur pendanaan sekaligus membuktikan penerapan prinsip berkelanjutan atau ESG sebagai nilai tambah untuk meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan.
Pada pengoperasian Jalan Tol Bali Mandara, PT JBT secara konsisten menerapkan prinsip ESG. Sejalan dengan komitmen Jasa Marga Group untuk menghadirkan infrastruktur yang bernilai tambah bagi masyarakat dan pemangku kepentingan.
PT Jasamarga Bali Tol optimis semakin dapat memperkuat struktur pendanaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang. Pengelolaan jalan tol berwawasan lingkungan dan berkelanjutan terus dijalankan oleh Jasa Marga Bali Tol.
Pembiayaan dengan skema SLF (Sustainability Linked Financing) menjadi bukti dukungan perbankan syariah terhadap pembangunan infrastruktur nasional berbasis hijau sejalan dengan prinsip ESG. Prinsip ESG dan berkelanjutan selaras dengan nilai-nilai maqashid syariah. Pembiayaan dengan skema SLF ini menandai BSI sebagai bank syariah pertama di Indonesia yang mengimplementasikan pembiayaan berbasis keberlanjutan.
Hingga Juni 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan di BSI mencapai Rp78,6 triliun, menyumbang sekitar 23% dari pembiayaan secara keseluruhan. Sektor usaha didominasi oleh sektor UMKM, pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan, produk yang dapat mengurangi penggunaan sumber daya dan ramah lingkungan.
Penerapan pembangunan infrastruktur hijau yang berdasar pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan berkelanjutan akan menjadi tonggak penting bagi industri perbankan syariah nasional sekaligus sinergi BUMN yang sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah.






