Istana dan Kediaman Wapres di IKN Rampung 100 Persen, Usung Konsep “Huma Betang Umai”

Pembangunan Istana dan Kediaman Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur telah rampung sepenuhnya dan siap mendukung operasional pemerintahan di kawasan ibu kota baru.
Hal ini telah dikonfirmasi langsung oleh Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw sebagaimana informasi yang dikutip dari beberapa sumber.
Kompleks Istana Wapres dibangun sebagai bagian dari penguatan fungsi pemerintahan sekaligus simbol representasi arsitektur modern yang mengangkat nilai budaya Nusantara.
Rampungnya pembangunan Istana Wapres ini tak hanya memunculkan pertanyaan publik terkait kesiapan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mulai berkantor di ibu kota baru tersebut.
Tapi juga sekaligus menandai salah satu tonggak penting dalam pengembangan kawasan inti pusat pemerintahan IKN.
Begini penampakan terbaru kawasan Istana Wapres IKN
Berdasarkan potret terbaru kawasan Istana Wapres, bangunan utama beserta area pendukung kini terlihat jauh lebih tertata jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya saat masa konstruksi.

Pada foto terbaru, Kawasan tersebut tampak telah dilengkapi infrastruktur jalan, lanskap hijau, serta penataan kawasan yang lebih rapi. Dan dari kejauhan, kompleks Istana Wapres terlihat berdiri di atas kontur lahan yang lebih tinggi dibanding area sekitarnya dengan cakupan kawasan yang cukup luas dan terdiri dari sejumlah bangunan utama maupun penunjang.

Selain itu, bangunan utama Istana dan Kantor Wapres dengan desain atap memanjang juga tampak mendominasi kawasan seluas 14.642 meter persegi tersebut.
Lalu terdapat pula bangunan Kediaman Wapres seluas 4.154,15 meter persegi yang berada tepat di sebelahnya dengan atap berwarna putih, serta sejumlah fasilitas penunjang lainnya yang telah selesai dibangun.
Penampakan kawasan Istana Wapres IKN saat proses pembangunan
Berbeda dengan kondisi kawasan pada masa pembangunan, khususnya pada Desember 2025, sejumlah bagian kawasan tampak masih dipenuhi alat berat dan masih memperlihatkan area yang didominasi lahan gersang dengan penataan jalan yang belum sepenuhnya selesai.

Pada periode tersebut, sejumlah bangunan utama juga telah berdiri, namun pengerjaan lanskap dan infrastruktur kawasan masih berlangsung.
Salah satu bangunan yang terlihat pada tahap konstruksi yaitu gedung Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan area parkir dengan luas mencapai 8.725 meter persegi. Dimana di sampingnya juga terdapat bangunan penunjang seluas 3.754 meter persegi yang berada di area bawah kompleks Istana dan Kediaman Wapres.

Kompleks Istana Wapres berlokasi tidak jauh dari kawasan Sumbu Kebangsaan atau akses utama keluar-masuk IKN, tepatnya berada di sisi kiri jalan utama kawasan inti pemerintahan. Lokasi strategis tersebut dirancang untuk mendukung mobilitas dan konektivitas antar kawasan pemerintahan di IKN.
Setelah pembangunan istana dan kediaman Wapres ini rampung, Pemerintah berkomitmen akan terus mempercepat penyelesaian berbagai fasilitas pendukung di kawasan inti pusat pemerintahan IKN.
Penyelesaian pembangunan Istana Wapres ini dinilai menjadi penanda bahwa pengembangan kawasan pemerintahan di IKN terus bergerak sesuai target.
Hal ini juga diperkuat dengan sejumlah infrastruktur utama di kawasan inti yang mulai menunjukkan kesiapan operasional, mulai dari akses jalan, area hijau, hingga fasilitas penunjang bagi pejabat negara.
Dengan progres tersebut, aktivitas pemerintahan di IKN diperkirakan akan semakin intens dalam waktu mendatang.
Sebagai informasi, Pembangunan kompleks Istana dan Kediaman Wapres di IKN telah dimulai melalui prosesi peletakkan batu pertama atau groundbreaking yang dilaksanakan pada 12 Agustus 2024.
Pada tahap pertama pembangunan, proyek ini diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp1,4 triliun.
Di atas lahan seluas 14,8 hektare, pembangunan proyek ini dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor bersama konsultan perancang Penta Architecture melalui skema kerja sama operasi (KSO) dengan desain arsitektur yang dirancang oleh tim SHAU Architects di bawah kepemiminan Daliana Suryawinata.
Dalam proses perancangannya, SHAU Architects mengusungkan pendekatan desain arsitektur yang menggabungkan unsur modern, keberlanjutan, dan kearifan lokal Kalimantan.
Tim arsitek merancang bangunan dengan pendekatan kontekstual terhadap lingkungan dan budaya setempat, sehingga menghasilkan desain yang tidak hanya monumental, tetapi juga merepresentasikan identitas Nusantara.
Dari sisi desain, Istana Wapres mengusung konsep “Huma Betang Umai” yang dimana dalam bahasa Dayak, istilah tersebut berarti “Rumah Panjang Ibu”.
Konsep ini dipilih untuk merepresentasikan sosok ibu sebagai pengayom, pelindung, pemberi, sekaligus pemelihara kehidupan. Filosofi tersebut juga dikaitkan dengan makna “Ibu Kota” dan “Ibu Pertiwi” sebagai simbol identitas nasional di pusat pemerintahan baru Indonesia.














