Bangun Bunker Radiasi Presisi Tinggi dengan Konsep Healing Environment, WIKA Gedung Kebut Penyelesaian Gedung Onkologi RSST Klaten

Klaten, 1 Oktober 2026 – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) terus memacu penyelesaian pembangunan Gedung Onkologi Center RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) di Klaten, Jawa Tengah. Dengan progres konstruksi fisik yang kini melampaui 90%, WEGE fokus merampungkan tahapan akhir guna memastikan fasilitas siap mendukung layanan kesehatan kanker secara komprehensif.
Proyek strategis Kementerian Kesehatan yang didanai melalui Financing Assistance dari Islamic Development Bank (IsDB) senilai Rp310,53 miliar ini dibangun di atas lahan 6,28 hektare. Menjulang setinggi 9 lantai dan 1 lantai mesin rooftop (LMR) dengan kapasitas 169 tempat tidur, gedung ini diproyeksikan menjadi ikon baru sekaligus gedung tertinggi di Kabupaten Klaten.
Direktur Utama WEGE, Mahendra Vijaya, menegaskan bahwa proyek ini merupakan wujud kontribusi perusahaan dalam penguatan infrastruktur kesehatan nasional. “Kami berupaya keras menghadirkan bangunan berkualitas tinggi yang tepat mutu, sehingga masyarakat di Jawa Tengah dan sekitarnya dapat segera memanfaatkan fasilitas layanan penanganan kanker yang terpadu dan canggih ini,” ungkapnya.
Tantangan Presisi Tinggi pada Bunker Radioterapi
Fasilitas krusial sekaligus tantangan teknis utama dalam proyek ini adalah pembangunan bunker radioterapi untuk menunjang perangkat mutakhir Linear Accelerator (Linac). Manajer Proyek Gedung Onkologi RSST, Kamel Rafli, menjelaskan bahwa eksekusi fasilitas ini menuntut presisi dan pengawasan ekstra ketat demi menjamin keselamatan pasien, tenaga medis, dan lingkungan.
“Pengecoran bunker membutuhkan ketelitian mutlak. Dinding bunker dibangun masif dengan ketebalan hingga 3 meter. Kami menerapkan metode mass concrete bersistem zoning dan mengkaji titik sinar radiasi terlemah untuk mencegah retak termal. Selain itu, kami wajib menggunakan beton berdensitas tinggi dengan standar minimum 2350 kg/m3 agar ruangan dipastikan seratus persen kedap radiasi,” papar Kamel.
Ekosistem One Stop Service
Gedung ini tidak sekadar menjadi fasilitas fisik, melainkan sebuah ekosistem One Stop Service yang mengintegrasikan diagnosis, terapi, operasi, hingga perawatan. Penempatan fasilitas diatur secara strategis berdasarkan alur medis:
- Lantai Dasar: Fasilitas radioterapi.
- Lantai Mezzanine & Lantai 1: Area poliklinik dan kemoterapi anak.
- Lantai 2: Layanan radiologi dan kemoterapi.
- Lantai 3: Ruang operasi dan Intensive Care Unit (ICU).
- Lantai 4: Fasilitas laboratorium (termasuk patologi) dan farmasi.
- Lantai 5 – 7: Instalasi rawat inap dan fasilitas pendukung.
Pembangunan gedung ini mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Konsep Green Hospital diterapkan secara menyeluruh melalui optimalisasi pencahayaan dan sirkulasi alami guna mendukung efisiensi energi. Hal ini diperkuat dengan kehadiran ruang terbuka hijau, green belt, serta green roof.
Di sisi psikologis, WEGE mengaplikasikan konsep Healing Environment. Penggunaan palet warna interior yang lembut dan keterhubungan dengan elemen alam dirancang khusus untuk menciptakan pengalaman ruang yang lebih nyaman, humanis, dan menenangkan bagi proses pemulihan pasien.
Menggabungkan teknologi medis terkini, keselamatan struktural tingkat tinggi, serta arsitektur berkelanjutan, Gedung Onkologi RSST ditargetkan segera beroperasi untuk memperkuat posisi Klaten sebagai pusat layanan rujukan kanker utama bagi masyarakat Solo Raya, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.






