Kementerian PU Tangani Perbaikan Jalan IJD Sepanjang 65,74 Km di Merauke

Melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), penanganan jalan di Papua Selatan mencakup 21,2 kilometer sejak 2025 dan 44,54 kilometer pada program lanjutan 2026–2027, termasuk akses menuju sentra pertanian dan fasilitas umum di Merauke.

News

Peningkatan konektivitas jalan di Kabupaten Merauke, Papua Selatan terus dilakukan untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas sektor pertanian.

Melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan penanganan jalan dengan total panjang 65,74 kilometer sepanjang periode 2025–2027.

Program tersebut mencakup pekerjaan yang telah dimulai pada 2025 serta penanganan lanjutan pada 2026 yang sebagian pengerjaannya berlanjut hingga 2027.

Mengutip informasi dari beberapa sumber, peningkatan infrastruktur jalan ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki akses menuju kawasan permukiman, fasilitas umum, dan sentra produksi pertanian di Merauke.

Plt Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua Selatan Andre Sahat Tua Sirait menjelaskan bahwa penanganan melalui program IJD telah dilaksanakan sejak 2025 dengan panjang jalan mencapai 21,2 kilometer.

Pada tahun 2026, Kementerian PU kembali menangani sembilan titik jalan dengan total panjang 44,54 kilometer. Pekerjaan tersebut menggunakan skema tahun jamak atau multiyears, dengan sebagian ruas ditargetkan selesai pada 2026 dan sisanya dilanjutkan hingga 2027.

Dengan menggabungkan penanganan sejak 2025 dan program lanjutan tersebut, total panjang jalan yang ditangani BPJN Papua Selatan mencapai 65,74 kilometer.

Salah satu pekerjaan yang tengah dilaksanakan berada di kawasan sentra pertanian Merauke, yakni peningkatan jalan sepanjang 6,4 kilometer yang menghubungkan Kampung Yasamulia, Kampung Waninggap Say, dan Kampung Hidup Baru. Andre menjelaskan perkembangan pekerjaan tersebut saat berada di Kampung Yasamulia pada Jumat (9/10/2026).

Proyek dengan anggaran sekitar Rp25 miliar itu bertujuan meningkatkan kualitas jalan yang sebelumnya masih berupa jalan tanah menjadi jalan beraspal. Pekerjaan mencakup pembangunan badan jalan selebar empat meter, disertai bahu jalan selebar satu meter pada masing-masing sisi.

Perubahan kondisi jalan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, terutama masyarakat yang beraktivitas di sektor pertanian. Sebagai kawasan sentra produksi pertanian, jalur tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pergerakan masyarakat maupun distribusi hasil usaha tani.

Selain menunjang kegiatan ekonomi, peningkatan jalan juga memperbaiki akses menuju berbagai fasilitas umum. Ruas tersebut menghubungkan masyarakat dengan puskesmas, SMKN 5 Merauke yang berada di Kampung Hidup Baru, serta gudang Bulog.

Dengan akses yang lebih baik, perjalanan menuju fasilitas kesehatan dan pendidikan diharapkan menjadi lebih mudah. Sementara itu, konektivitas menuju gudang Bulog dapat mendukung kelancaran aktivitas distribusi dan logistik di kawasan tersebut.

Ke depan, pelaksanaan program IJD akan tetap mengacu pada usulan pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota. Menurut Andre, pendekatan tersebut memungkinkan penanganan jalan disesuaikan dengan kebutuhan infrastruktur di masing-masing wilayah.

Meski demikian, setiap usulan harus memenuhi kriteria kesiapan atau readiness criteria yang ditetapkan Kementerian PU sebelum dapat ditindaklanjuti melalui program tersebut.

Melalui penanganan jalan secara bertahap, Kementerian PU diharapkan dapat memperluas aksesibilitas wilayah di Merauke sekaligus memperkuat dukungan infrastruktur bagi kawasan pertanian.

Peningkatan kualitas jalan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga berperan dalam memperlancar distribusi hasil produksi dan mendukung aktivitas ekonomi daerah.

Back to top button